BANYUWANGI,Beritalima.com – Antrean kendaraan yang sempat mengular hingga belasan kilometer di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai mendapat penanganan serius. Pemerintah bersama kepolisian dan sejumlah instansi terkait kini tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas, tetapi juga menyiapkan tambahan kapal hingga membuka opsi mengoptimalkan Dermaga Bulusan.
Salah satu langkah cepat yang disiapkan yakni mendatangkan KMP Jatra dengan kapasitas sekitar 120 kendaraan. Kapal tersebut dijadwalkan tiba untuk menambah daya angkut dan mempercepat pergerakan kendaraan yang menumpuk di kawasan Ketapang.
Di saat bersamaan, Dermaga Bulusan mulai dilirik sebagai alternatif untuk membantu membagi beban pelayanan penyeberangan. Tim teknis akan melakukan survei, terutama terkait kondisi dan geometri dermaga, untuk memastikan sejauh mana fasilitas tersebut memungkinkan dioperasikan secara optimal.
Langkah tersebut menjadi salah satu hasil rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Command Center Polresta Banyuwangi, Senin (7/9/2026). Rapat dipimpin Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., dengan melibatkan unsur Pemkab Banyuwangi, DPRD, TNI, ASDP, Pelindo, Dinas Perhubungan, KSOP, KPLP serta sejumlah instansi terkait.
Kepadatan kendaraan di kawasan Ketapang menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna jalan. Antrean panjang juga berpotensi menghambat distribusi logistik, memperbesar biaya operasional angkutan dan mengganggu kendaraan yang membutuhkan penanganan atau akses prioritas.
Persoalan tersebut dinilai tidak cukup diselesaikan dengan pengaturan arus kendaraan di jalan. Keterbatasan kapasitas penyeberangan serta sejumlah fasilitas dermaga yang masih menjalani peningkatan dan revitalisasi turut menjadi bagian dari persoalan yang harus dibenahi.
ASDP menyiapkan tambahan kapal berkapasitas besar untuk mempercepat bongkar-muat kendaraan. Sementara Dermaga LCM dioptimalkan untuk kendaraan logistik. Pola operasi kapal juga akan disesuaikan dengan kondisi arus kendaraan di lapangan.
Dari sisi darat, Polresta Banyuwangi melakukan berbagai rekayasa lalu lintas. Tim urai ditempatkan di sejumlah titik yang rawan terjadi penumpukan. Personel bantuan dari Polda Jawa Timur juga dikerahkan untuk memperkuat pengamanan dan pengaturan arus.
Sejumlah kantong parkir turut dimanfaatkan sebagai buffer zone, sehingga kendaraan tidak langsung menumpuk di akses utama menuju pelabuhan.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan mengatakan, penanganan kepadatan Ketapang disiapkan secara bertahap, mulai dari langkah cepat hingga pembenahan jangka panjang.
“Besok pagi akan hadir KMP Jatra yang mampu menampung sekitar 120 kendaraan. Selain itu, akan ada tim survei geometri untuk mengecek bagaimana operasional Dermaga Bulusan dapat kita optimalkan,” ujar Rofiq.
Menurutnya, langkah tersebut bukan semata-mata untuk mengurai antrean yang terjadi saat ini. Persiapan juga dilakukan untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan pada momentum libur Natal dan Tahun Baru mendatang.
“Langkah-langkah yang kita siapkan ini bukan hanya untuk menyelesaikan kepadatan yang terjadi saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari antisipasi jangka panjang,” tegasnya.

Dermaga Bulusan pun menjadi salah satu opsi penting. Usai rapat koordinasi, Kapolresta Banyuwangi bersama unsur Forkopimda, instansi teknis dan perwakilan kelompok angkutan langsung meninjau kondisi Dermaga Bulusan.
Peninjauan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat kondisi eksisting sekaligus mengidentifikasi kebutuhan teknis yang harus dipenuhi apabila dermaga tersebut nantinya dioptimalkan sebagai bagian dari solusi kepadatan penyeberangan.
Tak berhenti di situ, pembenahan juga diarahkan untuk jangka panjang. Kapolresta berharap fasilitas pelabuhan di Banyuwangi ke depan mampu melayani kapal dengan kapasitas lebih besar sehingga arus kendaraan dapat bergerak lebih cepat.
“Pelabuhan ini ke depan harus kita perbaiki agar kapal-kapal yang lebih besar bisa bersandar dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.
Rofiq menegaskan, persoalan kepadatan Ketapang merupakan persoalan bersama yang tidak mungkin dibebankan kepada satu instansi. Kapasitas kapal, kesiapan dermaga, pengaturan lalu lintas, buffer zone hingga pengembangan infrastruktur pelabuhan harus berjalan dalam satu koordinasi.
Masyarakat juga diminta ikut menjaga ketertiban selama proses penanganan berlangsung. Aspirasi tetap dipersilakan disampaikan, namun jangan sampai menghambat akses pelayanan maupun merugikan pengguna jalan lainnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian, Polresta Banyuwangi juga membuka layanan Call Center Polri 110 yang dapat dihubungi selama 24 jam.
Dengan tambahan kapal, optimalisasi LCM, rekayasa lalu lintas hingga kajian Dermaga Bulusan, pemerintah berharap beban pelayanan di Ketapang dapat terbagi. Langkah tersebut diharapkan mampu memutus pola antrean panjang sekaligus menjadi persiapan menghadapi lonjakan kendaraan pada periode libur panjang mendatang.
Kepadatan Ketapang kini bukan sekadar persoalan antrean kendaraan, tetapi menjadi pekerjaan bersama untuk membenahi sistem penyeberangan Banyuwangi agar lebih siap menghadapi mobilitas masyarakat yang terus meningkat. (Red//B5)







