Jakarta, beritalima.com| – Kabar baik, kebakaran hutan dan lahan hamper dua minggu di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur bisa dipadamkan. Ini sekaligus menjadi pertanda, semua pihak, termasuk wisatawan, wajib menjaga dan merawat keasrian lingkungan sekitar Kawasan ini.
“Kami menyambut baik dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo. Ini menjadi kabar baik bagi wisatawan, sekaligus bagi masyarakat dan seluruh pelaku usaha pariwisata yang aktivitas ekonominya bergantung pada ekosistem pariwisata Bromo,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana (23/8).
Sejak 20 Agustus, kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk kunjungan wisata, setelah operasi terpadu penanganan kebakaran berlangsung selama 13 hari serta dilanjutkan dengan proses pendinginan, penyisiran, dan pemantauan untuk memastikan keamanan kawasan.
Menpar Widiyanti menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar TNBTS (Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru), TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, relawan, masyarakat, dan seluruh unsur yang telah bekerja bersama dalam menangani kebakaran hingga kawasan dapat kembali dibuka.
“Pariwisata mempunyai mata rantai ekonomi yang panjang. Ketika sebuah destinasi harus ditutup karena kondisi darurat, dampaknya juga dirasakan oleh pemandu wisata, pengemudi jip, pengelola homestay dan hotel, rumah makan, pedagang, hingga UMKM. Karena itu, kita berharap dibukanya kembali Bromo juga mempercepat pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Widiyanti.
Widiyanti mengingatkan, dibukanya kembali kawasan bukan berarti kewaspadaan dapat dikurangi, terutama karena Indonesia masih menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan danlahan masih perlu diantisipasi.
Wisatawan diminta mematuhi seluruh ketentuan dan arahan petugas di lapangan, menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran seperti membuat perapian atau membuang puntung rokok dan benda lain yang dapat menjadi sumber api.
“Bromo sudah kembali menerima wisatawan, tetapi kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya. Menikmati Bromo berarti ikut menjaga Bromo. Jangan sampai kelalaian kita justru merusak alam yang menjadi alasan jutaan orang datang dan mengagumi kawasan ini,” jelas Menpar.
Kuota kunjungan ke kawasan Bromo tetap ditetapkan sebanyak 2.752 wisatawan per hari. Wisatawan juga diimbau melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi dan selalu memperhatikan informasi terbaru yang dikeluarkan Balai Besar TNBTS.
Jurnalis: dedy/abri








