Karnaval Bulurejo Usai, Sampah Dibersihkan Malam Itu Juga, Jalan Raya Kembali Kinclong

  • Whatsapp
Foto: Jalan dibersihkan usai kegiatan karnaval Agustusan sound horeg desa Bulurejo. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Kemeriahan “Bulurejo Enek Karnaval” di Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, akhirnya berakhir. Ribuan penonton perlahan meninggalkan lokasi, sementara para peserta satu per satu membawa pulang perlengkapan dan atribut karnaval.

Namun, ada pemandangan lain yang tak kalah menarik setelah pesta rakyat tersebut usai.

Bacaan Lainnya

Di sejumlah titik yang sebelumnya dipenuhi kerumunan warga, masih terlihat sampah bekas aktivitas penonton maupun pedagang. Kondisi itu ternyata tak dibiarkan berlarut-larut.

Pemerintah desa bersama panitia dan warga langsung bergerak melakukan pembersihan.

Sapu mulai menyentuh badan jalan. Sampah plastik, gelas bekas minuman, bungkus makanan dan berbagai sisa aktivitas masyarakat dikumpulkan. Jalan yang beberapa jam sebelumnya menjadi pusat kemeriahan pawai budaya, malam itu juga kembali dibersihkan.

Semangat gotong royong terlihat ketika sejumlah warga dan panitia bahu-membahu menyisir jalur yang dilalui pawai. Tidak menunggu keesokan harinya, mereka memastikan lokasi kegiatan kembali bersih setelah seluruh rangkaian acara selesai.

Bagi masyarakat, hal tersebut menjadi bagian penting dari suksesnya sebuah kegiatan besar.

Sebab, keberhasilan karnaval bukan hanya diukur dari meriahnya acara, banyaknya penonton atau kreativitas peserta, tetapi juga bagaimana penyelenggara dan masyarakat bertanggung jawab terhadap lingkungan setelah acara berakhir.

Seorang pengguna jalan, Agus Burhanuddin, mengaku melihat langsung aktivitas warga dan panitia membersihkan jalan pada malam hari.

“Saya lihat sendiri malam itu jalan raya disapu warga dan panitia. Setelah acara selesai, langsung dibersihkan. Sekarang sudah bersih kembali,” ujar Agus.

Menurutnya, langkah tersebut patut diapresiasi karena kegiatan yang menghadirkan ribuan orang tentu tidak lepas dari persoalan sampah.

“Namanya acara ramai, pasti ada sampah. Tapi yang penting bagaimana setelahnya. Kalau langsung dibersihkan seperti ini, pengguna jalan juga nyaman dan masyarakat tidak terganggu keesokan harinya,” katanya.

Agus berharap kebiasaan tersebut terus dipertahankan dalam setiap kegiatan masyarakat.

“Ini bagus, ada kesadaran bersama. Jangan hanya ramai ketika acaranya, tetapi setelah selesai juga harus bertanggung jawab. Kalau semua seperti ini, kegiatan besar pun tetap enak dilihat,” imbuhnya.

Foto: Jalan raya bersih dari sampah. (Doc, Rony Subhan)

Kemeriahan Berakhir, Gotong Royong Berlanjut

Pawai budaya sound horeg “Bulurejo Enek Karnaval” sebelumnya berlangsung meriah dengan melibatkan 20 kelompok peserta dari empat dusun. Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute untuk menyaksikan berbagai kreativitas peserta.

Sound system, kostum, atraksi budaya hingga drama kolosal menjadi hiburan bagi warga.

Namun ketika musik berhenti dan penonton beranjak pulang, semangat kebersamaan belum selesai.

Warga, panitia dan unsur pemerintah desa justru kembali berkumpul untuk memastikan jejak kegiatan tidak meninggalkan persoalan bagi lingkungan.

Badan jalan yang sebelumnya menjadi panggung masyarakat kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Sampah dikumpulkan, jalan disapu dan area sekitar ditata kembali.

Pemandangan tersebut menjadi penutup yang sederhana, tetapi memiliki pesan kuat.

Pesta rakyat boleh meninggalkan kenangan, tetapi jangan meninggalkan sampah.

Karnaval Bulurejo pun ditutup bukan hanya dengan kemeriahan, tetapi juga dengan aksi nyata menjaga kebersihan.

Foto: Jalan raya depan kantor desa Bulurejo bersih dari sampah usai karnaval budaya sound horeg. (Doc, Rony Subhan)

Dari dentuman sound horeg menuju suara sapu yang menyisir badan jalan, masyarakat Bulurejo menunjukkan bahwa kegembiraan dan kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan beriringan. (Rony//B5)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait