Karnaval Desa Kebaman Bawa Berkah, Telur Gulung Bu Yuli Diserbu Pembeli

  • Whatsapp
Foto: Sepanjang jalur karnaval juga membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Kemeriahan Karnaval Kirap Budaya Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, tak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Ramainya warga yang memadati sepanjang jalur karnaval juga membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sejak siang, sejumlah pedagang tampak memanfaatkan momen tersebut dengan membuka lapak di tepi jalan. Mereka berharap keramaian karnaval bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Bacaan Lainnya

Salah satunya Yuli, pedagang telur gulung yang sengaja memilih berjualan di bibir jalan untuk mendekati kerumunan warga. Menggunakan gerobak yang menyatu dengan sepeda motornya, Yuli tetap setia melayani pembeli meski harus berjualan di bawah terik matahari.

Sebuah payung sederhana menjadi pelindungnya dari panas. Namun, kesibukan melayani pembeli membuat Yuli seolah lupa dengan teriknya cuaca.

Telur gulung dagangannya tampak begitu diminati, terutama oleh anak-anak yang datang bersama orang tua mereka. Satu per satu pembeli mengantre menunggu telur gulung matang dan siap disantap.

Menariknya, Yuli sudah memperkirakan bahwa keramaian karnaval akan mendatangkan banyak pembeli. Jika biasanya berjualan di pasar desa Bagorejo hanya menghabiskan sekitar satu kilogram lebih telur dalam sehari, kali ini ia sengaja menyiapkan bahan lebih banyak.

“Biasanya kalau hari biasa di pasar Desa Bagorejo, paling habis satu kilogram lebih. Tapi karena hari ini ada karnaval dan pasti ramai, saya sengaja masak sampai tiga kilogram,” ujar Yuli sambil sibuk melayani pembeli.

Perkiraannya ternyata tidak meleset. Baru beberapa waktu berjualan, stok telur yang disiapkan hampir ludes diserbu pembeli.

“Ini hampir habis, Mas. Alhamdulillah ramai sekali,” katanya dengan wajah sumringah.

Bagi Yuli, keramaian karnaval bukan sekadar tontonan. Di balik musik, barisan peserta dan warga yang berdesakan menyaksikan pertunjukan, terdapat peluang rezeki bagi pedagang kecil seperti dirinya.

Ia mengaku bersyukur karena rangkaian kegiatan masyarakat selama bulan Agustus memberikan dampak positif bagi para pedagang kecil.

“Alhamdulillah, sejak banyak acara seperti karnaval di bulan Agustus, kami ketambahan rezeki, Mas. Dagangan jadi lebih ramai. Anak-anak juga banyak yang beli telur gulung,” ungkapnya.

Menurut Yuli, momen seperti karnaval sangat membantu pedagang kecil. Sebab, dalam kondisi normal, dirinya harus menunggu pembeli datang ke pasar. Sementara saat ada acara keramaian, ribuan warga berkumpul di satu lokasi sehingga peluang dagangan laku menjadi jauh lebih besar.

“Kalau ada acara seperti ini kami senang. Bisa jualan sambil ikut menikmati suasana. Yang paling penting dagangan laris, jadi bisa membawa pulang tambahan rezeki untuk keluarga,” ujarnya.

Kehadiran pedagang seperti Yuli menjadi warna tersendiri dalam setiap kegiatan masyarakat. Mereka hadir bukan hanya sebagai pelengkap suasana, tetapi juga menjadi bagian dari roda ekonomi kecil yang ikut bergerak ketika sebuah desa menggelar kegiatan.

Karnaval Desa Kebaman akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita tentang kemeriahan budaya dan antusiasme warga. Di sepanjang jalan, terselip pula cerita para pedagang kecil yang tersenyum karena dagangan mereka laris.

Bagi Yuli dan pelaku UMKM lainnya, setiap keramaian adalah kesempatan. Dan di tengah semarak bulan kemerdekaan, karnaval ternyata bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa rezeki bagi masyarakat kecil. (Rony//B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait