Karyawan Danamon Pernah Minta Agunan Joy Sanjaya di Maksimalkan

  • Whatsapp

SURABAYA – beritalima.com, Eka Mei Jayanti dari Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, Denpasar – Bali menjadi saksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dalam kasus Perbankan dengan terdakwa Drs Didik Prasetyo, mantan Area Manager di Bank Danamon Indonesia Tbk Kanwil Jawa Timur.

Eka Mei dalam keterangannya menyebut, lima aset yang dijadikan Joy Sanjaya Tjwa sebagai jaminan Kredit di Bank Danamon dinilai berbeda oleh pihaknya.

Kata Eka, untuk dua ruko di Jalan Kejeran No 432 nilai taksasinya Rp 7,56 miliar, di Kejawan Putih Rp 5,8 miliar, tanah miik H. Abass Rp 2,2 miliar dan uni ruko di Kaljjudan masing-masing dinilai dengan harga Rp 2,2 miliar dan 2,4 miliar.

“Yang tanda tangan untuk penilaian tersebut adalah pimpinan KJPP Ni Made,” katanya dalam sidang di ruang sidang Garuda 2 PN Surabaya. Rabu (23/6/2021).

Sewaktu proses penghitungan taksasi sedang berjalan, sambung Eka Mei, Joy Sanjaya dan dua orang dari Bank Danamon yaitu Aluisius Dwipa Luis dan Terdakwa Didik Prasetyo menghubungi dirinya.

“Mereka minta penyelesaian perhitungannya dipercepat dan nilainya di maksimalkan kalau hasilnya kurang 20 miliar,” sambungnya.

Dalam sidang saksi Eka Mei juga menandaskan bahwa KJPP Ni Made Tjandra Kasih sudah menjadi rekanan Danamon sejak 2016. Dan setiap penilian tehadap aset dari debitur selalu berdasarkan asas profesionalitas.

“Peniliaan obyek tehadap aset dari debitur Joy Sanjaya sudah sesuai dengan SOP. Makanya penilaian taksasi atas nama Joy Sanjaya tidak dilakukakan konfirmasi lagi setelah keluar buku. Biasanya terdakwa lah yang mengkonfirmasi betul tidaknya penilaian tersebut. Biasanya dari pihak legal Danamon juga ikut konfirmasi,” tandasnya.

Diberikan kesempatan oleh majelis hakim terkait keterangan dari saksi Mei Eka Jayanti, terdakwa Drs Didik Prasetyo membantah telah telepon ke saksi yang meminta di nilai taksasi aset Joy Sanjaya di maksimalkan.

“Saya tidak pernah menelepon saksi Yang Mulia,” bantah Didik Prasetyo.

Terdakwa Drs. Didik Prasetyo, mantan Area Manager (AM) di Bank Danamon Indonesia Tbk Kanwil Jawa Timur periode 2016 hingga Tahun 2020 bersama- sama Aluisius Dwipa Subiantoro, SE (sebagai BRO), dan Ratna Sari Thedja (sebagai BM), serta sAgus Sutiyono (sebagai RCM) ditetapkan sebagai tersangka setelah Joy Sanjaya menyanyi sudah menggelontorkan uang sebayak 600 juta untuk menaikan nilai agunan kreditnya di Bank Danamon.

Pasalnya, saat Terdakwa menjabat sebagai Area Manager (AM) di Bank Danamon Indonesia Tbk Kanwil Jawa Timur, terdakwa mulai memproses Permohonan Kredit dari Debitur Joy Sanjaya Tjwa tanggal 11 Maret 2018.

Saat menjabat sebagai Area Manager, terdakwa Drs. Didik Prasetyo bertugas mengkoordinir porto folio kredit di area cakupannya, mengelola dan memastikan NPL area cakupannya lancar dan sesuai dengan ketentu9an target yang ditentukanm Memastikan pelaksanaan pelayanan cabang-cabang di areanya sesuiai dengan standar service yang ditetapkan.

Perbuatan Terdakwa Drs Didik Prasetyo diatur dan diancam pidana dalam Pasal 49 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (Han)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait