BANYUWANGI,Beritalima.com – Di tengah progres pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi muncul sorotan dari masyarakat terkait potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Paguyuban Serikat Manusia Merdeka (Semar Nusantara) menyatakan akan mengawal jalannya proyek yang dibiayai negara tersebut. Selain memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan dan bebas dari potensi penyimpangan, paguyuban ini juga menyoroti kondisi Sungai Wagud yang berada di sekitar lokasi proyek.
Hasil pemantauan lapangan yang dilakukan Semar Nusantara menunjukkan adanya dugaan penyempitan alur sungai akibat aktivitas pembangunan. Timbunan tanah dan sedimentasi di bantaran sungai dinilai berpotensi mengurangi kapasitas tampung Sungai Wagud, bahkan memicu pendangkalan yang dapat berdampak pada terganggunya fungsi sungai sebagai saluran pembuangan air.
Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, dikhawatirkan risiko banjir di kawasan sekitar akan meningkat saat musim penghujan tiba.
Pengemban Paguyuban Semar Nusantara, Supono, menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan Sekolah Rakyat. Sebaliknya, ia mengaku mendukung penuh program pemerintah tersebut karena dinilai mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Namun demikian, menurutnya, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan sekolah, melainkan juga dari kemampuan menjaga keseimbangan lingkungan di sekitarnya.
“Kami mendukung pembangunan Sekolah Rakyat karena merupakan program yang sangat baik untuk masyarakat. Akan tetapi, pembangunan ini jangan sampai menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, khususnya kondisi Sungai Wagud yang saat ini berpotensi mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat aktivitas pembangunan,” ujar Supono.
Ia menilai seluruh pihak yang terlibat dalam proyek, mulai dari pemerintah, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas hingga instansi yang membidangi lingkungan hidup dan sumber daya air, perlu turun tangan melakukan evaluasi dan langkah mitigasi sejak dini.
Menurut Supono, persoalan lingkungan yang muncul di sekitar proyek strategis tidak boleh dianggap sepele. Sebab, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Karena itu, Semar Nusantara mendorong adanya langkah konkret berupa normalisasi Sungai Wagud guna mengembalikan kapasitas aliran air dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih luas.
“Kami berharap permasalahan ini tidak diabaikan dan segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah normalisasi Sungai Wagud agar fungsi sungai tetap terjaga, aliran air kembali lancar, serta dapat mencegah terjadinya banjir dan kerusakan lingkungan di kemudian hari,” tegasnya.
Lebih lanjut, Semar Nusantara mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat agar proyek yang menjadi harapan peningkatan kualitas pendidikan tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, transparan, serta tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.
Bagi paguyuban tersebut, pembangunan dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya harus berjalan beriringan agar manfaat proyek benar-benar dirasakan masyarakat tanpa meninggalkan persoalan baru di masa depan. (Red/Rny//B5)








