Kebumen Travel Mart Optimis Dongkrak Kunjungan Wisatawan

  • Whatsapp
Salah satu kearifan lokal di Kebumen: Kebumen Travel Mart Optimis Dongkrak Kunjungan Wisatawan (foto: istimewa)

Jakarta, beritalima.com| – Kebumen Travel Mart (KTM), sebuah terobosan bisnis dengan mempertemukan beragam pelaku usaha, UMKM serta menawarkan potensi kearifan lokal dan pariwisata, diharapkan menjadi acara menarik yang berkelanjutan untuk dapat menaikkan dayatarik wisatawan berkunjung ke kabupaten di Selatan Pulau Jawa.

“Saya menawarkan untuk meningkatkan KTM dengan konsep trade, tourism & investment (TTI). Artinya selain travel mart, kita tambahkan business and Investment Forum, forum UMKM lengkap dengan mempertemukan buyers & sellers bekerjasama dengan Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen ( IWAKK),” kata M. Wahid Supriyadi, Ketua Panitia KTM.

Kebumen menyimpan banyak potensi perlu diberdayakan, dengan mengundang banyak pihak ikut terlibat di dalamnya. Itu sebabnya, KTM menjadi jembatan komunikasi usaha tak hanya bagi lingkup kecil di Kebumen saja (Jawa Tengah). Tapi mengajak seluruh pelaku usaha secara nasional bahkan internasional.

Bermodal pengalaman di Kementerian Luar Negeri RI sebagai Duta Besar di Rusia dan Uni Emirat Arab dan banyak bertugas ke seantero dunia, Wahid yang pernah melakukan kegiatan sejenis KTM di Melbourne (Australia) dan Rusia, mengharapkan KTM bisa bergulir rutin setiap tahun dan menjadi event yang dinantikan para pelaku usaha dalam dan luar negeri.

“Namun kondisi perekonomian kita saat ini sedang kurang mendukung,” ujar Wahid. Ini menjadi tantangan tersediri. Namun, membatalkan misi besar ini juga tak mungkin, Sehingga KTM akan tetap digelar pada 27-29 Agustus, di Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kebumen.

Selama tiga hari, akan ada beragam acara, seperti wisata sejarah di kota Gombong, wisata alam ke Geopark Kebumen di Kawasan Pantai, bazar aneka produk unggulan dari UMKM Kebumen, forum bisnis para pelaku usaha dalam dan luar negeri, hingga pertujukkan seni dan budaya.

“Targetnya turis yang datang ke Kebumen meningkat, termasuk turis asing. Dan untuk itu kita menggandeng travel agent dari nusantara dan bahkan dari luar negeri. Dari sekitar 200 travel agent dan pelaku bisnis di bidang pariwisata yang akan hadir, 16 berasal dari Malaysia. Kita juga berhasil mendatangkan buyer dari China, India dan Nigeria. Ini perkembangan sangat baik mengingat KTM adalah event pertama di Kebumen yang berhasil mendatangkan pelaku usaha dari luar negeri,” jelas Wahid.

Intinya, melalui KTM, potensi Kebumen akan lebih dikenal luas. Peran UMKM dengan beragam produknya juga akan naik kelas. “Ada sekitar 40 UMKM Kebumen telah terpilih untuk dibantu masuk pasar internasional. Kita menggandeng PT Mutigo, yang didirikan oleh diaspora Indonesia di Belgia bergerak di bidang trading. Country Director Masni Eritrina sendiri akan datang ke Gombong untuk memberikan coaching ke pasar internasional,” terang Wahid.

Harus diakui, tambah Wahid, masih banyak yang harus diperbaiki di Kebumen seperti sumber daya manusia (SDM), infrastruktur dan mentalitas masyarakat agar mereka paham pariwisata merupakan sumber mata pencaharian di masa depan. “Industri Pariwisata memiliki multiplier effect yang luas. Artinya jika pariwisata maju maka akan mengangkat dunia akomodasi dan perhotelan, kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh dan cendera mata,” sebut Wahid.

Plus, dengan pengakuan Unesco atas potensi Taman Bumi atau Geopark Kebumen, dengan sendirinya akan lebih dikenal luas secara internasional dari sisi kearifan lokal, keanekaragaman hayati, hingga keindahan pariwisatanya. Dengan memiliki keindahan pantainya lebih dari 50 kilometer menghadap Samudera Hindia, menjadikan Kebumen sebuah destinasi wisata yang layak dikunjungi.

Jurnalis: abriyanto

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait