DEPOK | beritalima.com – Peneliti Program Studi Teknik Kimia Universitas Pertamina mengembangkan model volatile-state kinetics untuk mempercepat konversi karet alam menjadi biohidrokarbon, sebagai upaya mendukung transisi energi nasional.
Pakar bioenergi Universitas Pertamina, Dr. Ir. Laksmi Dewi Kasmiarno, mengatakan model tersebut mampu memprediksi hasil konversi karet alam melalui proses pirolisis sehingga mengurangi uji coba (trial and error) di laboratorium.
Menurutnya, karet alam dipanaskan pada suhu 300–600 derajat Celsius dalam kondisi minim oksigen untuk menghasilkan biohidrokarbon. Hasil penelitian menunjukkan biohidrokarbon memiliki nilai kalor 43,8–45,3 MJ/kg, mendekati bahan bakar diesel, dengan sekitar 84,5 persen produk berupa cairan yang juga mengandung senyawa bernilai ekonomi seperti limonene, toluena, dan xilena.
Temuan ini dinilai membuka peluang pemanfaatan karet alam sebagai sumber energi terbarukan sekaligus bahan baku industri kimia. Model yang dikembangkan juga berpotensi diterapkan pada berbagai jenis biomassa untuk mempercepat riset biohidrokarbon.
Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., menyatakan riset tersebut menjadi bukti kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi berbasis sains yang mendukung ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan.








