MADIUN, beritalima.com- Warga Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur, menggelar bersih desa dan doa bersama di Sendang Tundung Medioen, yang berada di Jalan Sendang, Jumat 3 Juli 2026.
Menurut Lurah Kuncen, Heri Soebagijo, kegiatan ini digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME, atas nikmat yang diberikan selama ini.
“Ini bentuk uangkapan rasa syukur kepada Allah atas kenikmatan yang diberikan selama ini,” tutur Heri.
Usai melakukan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan kembul bujana (makan bersama). Pada saat itulah, kerukunan warga tampak, tanpa memandang strata sosial. Dengan ‘ajang pincuk’ (makan dengan tempat dari daun pisang), mereka tampak menikmati suasana keakraban.
Sementara itu, terkait keberadaan Sendang Tundung Medioen yang dipilih sebagai tempat bersih desa dan doa bersama, konon merupakan tempat jamasan pusaka dan pengobatan alternatif serta tempat muhung mahase asepi (meditasi).
“Konon tempat ini sebagai tempat pengobatan alternatif dan tempat meditasi pada jaman Bupati Madiun pertama, Adipati Ronggo Jumeno yang memerintah di Madiun (1568-1586 Masehi) dan jaman bupati seterusnya diera kerajaan Mataram Islam. Cerita lain, juga sebagai tempat pandai besi pembuatan pusaka. Wallahualam,” terang salah satu tokoh masyarakat setempat, H. Putut Budianoto, SH.
Untuk diketahui, tim ahli arkeologi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, pernah melakukan ekskavasi di Sendang Tundung Medioen, 15 September 2021, lalu.
Menurut salah satu tim ahli, Ali Mohammad Said, dalam catatan Belanda, di Kelurahan Kuncen terdapat dua mata air.
“Yang satu disini (Sendang Tundung Medioen), satu lagi di utara makam (makam Adipati Ronggo Jumeno, bupati pertama Madiun-red),” terang Said, di lokasi ekskavasi, Rabu 15 September 2021, lalu.
Menurutnya lagi, masih dalam keterangan catatan Belanda, dua sendang ini, mempunyai fungsi yang berbeda.
“Yang satu untuk pandai besi dan jamasan pusaka, yang satu lagi untuk pengobatan. Tapi belum diketahui pasti, mana yang untuk pandai besi, mana yang untuk pengobatan,” tambahnya.
Sayangnya, satu sendang atau mata air yang berada di utara makam Ronggo Jumeno, sekarang tidak nampak jejaknya.
Untuk diketahui, BPCB Trowulan di Mojokerto, Jawa Timur, merupakan sebuah Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, yang bernaung dibawah Kementerian Kebudayaan. (Dibyo).
Ket.Foto: H. Putut Budianoto.








