Kemendikdasmen-Komisi X Ajak Pelajar Manfaatkan Gerakan Humas Muda

  • Whatsapp
Suasana diskusi Gerakan Humas Muda dari Kemendikdasmen dan Komisi X DPR dengan pelajart di Garut (foto: kemendikdasmen)

Garut, beritalima.com| – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI ajak pelajar mengembangkan Gerakan Humas Muda sebagai bekal tekuni  kemampuan literasi digital, komunikasi publik, dan kemampuan menghasilkan karya positif.

Selain mendorong pemanfaatan ruang digital untuk belajar dan berkarya, Gerakan Humas Muda juga diarahkan membangun kesadaran mengenai penggunaan media sosial yang aman dan bertanggung jawab sebagai bagian dari ekosistem pelindungan anak di ruang digital.

Hal ini sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), yang diperkuat melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9/2026.

Sebagai realisasinya, Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen bekerja sama dengan Komisi X DPR RI gelar Lokakarya “Humas Muda: Belajar Bermakna, Berkarya Bersama” di Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jawa Barat, diikuti 100 peserta dari jenjang SMP, SMA, SMK, serta guru.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IPI Garut Lucky Rahayu apresiasi kepercayaan yang diberikan kepada IPI Garut sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. “Di era digital saat ini, setiap orang dapat menyampaikan informasi dengan sangat mudah. Namun, tidak semua orang mampu menggunakannya dengan penuh tanggung jawab dan menginspirasi. Perbedaannya terletak pada karakter, pengetahuan, dan tanggung jawab itu sendiri. Oleh karena itu, pendidikan hari ini tidak cukup hanya melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, dan menggunakan teknologi untuk menghadirkan manfaat bagi khalayak,” ujar Lucky.

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mendorong peserta didik menjadikan Humas Muda sebagai ruang untuk aktualisasi diri dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. “Bekerja itu melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan, tetapi berkarya adalah mengaktualisasikan diri, mengekspresikan diri, serta menciptakan nilai dan dampak jangka panjang. Anak-anak semua harus tahu memilih dan memilah mana yang pantas dipublikasikan dan mana yang tidak. Bahasa Indonesia diutamakan, bahasa asing dikuasai,” jelas Ferdiansyah.

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha menambahkan, kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam membangun narasi positif tentang pendidikan.

“Jangan hanya hadir di sekolah, tetapi temukan makna dalam apa yang kita pelajari. Jadikan sekolah sebagai ruang berkarya dan berinteraksi. Jangan hanya menjadi konsumen informasi, jadilah pencipta karya. Seorang Humas Muda harus berani mencoba, tidak takut gagal, dan terus berkolaborasi untuk menciptakan dampak nyata bagi pendidikan bermutu untuk semua,” pesan Yudhistira.

Jurnalis: rusman/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait