Jakarta, beritalima.com| – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali tunjukkan komitmennya mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berintegritas dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 selama 11 tahun berturut-turut.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menerima secara langsung Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2025 di Auditorium Badiklat PKN BPK RI, Kalibata, Jakarta Selatan (16/7).
“Capaian kali ini memiliki makna yang istimewa bagi kami. Ini bukan sekadar pencapaian tahunan, melainkan pembuktian komitmen jangka panjang bahwa Kementerian Pariwisata mampu mempertahankan opini WTP sejak 2015,” kata Menpar.
Widiyanti menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenpar atas dedikasi dan komitmennya dalam menjaga integritas, ketelitian, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan dalam pengelolaan anggaran sektor pariwisata.
Menurut Menpar, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama lebih dari satu dekade mencerminkan tumbuhnya budaya kerja yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan integritas di lingkungan Kemenpar.
“Ke depan, kami harus memastikan setiap rupiah anggaran negara dikelola secara akuntabel, tepat sasaran, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat melalui pembangunan sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ucap Widiyanti.
Pada Tahun Anggaran 2025, Kemenpar mencatat realisasi anggaran 95,52 persen dari pagu yang dapat digunakan. Sementara realisasi anggaran dari satuan kerja mencapai 95,92 persen, terdiri atas Satuan Kerja Pusat sebesar 97,74 persen, Politeknik Pariwisata 93,66 persen serta Badan Pelaksana Otorita sebesar 90,66 persen dari total pagu anggaran Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp1,48 triliun.
Menpar berharap capaian opini WTP selama lebih dari satu dekade dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kemenpar untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam mendukung kemajuan pariwisata Indonesia.
Jurnalis: abri/dedy








