Ketua KOWANI I Bagikan Cara Membuat Tempe Kepada Peserta Diskusi

  • Whatsapp

Jakarta | beritalima.com – Ketua Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Atiek Sardjana membagikan cara membuat tempe kepada peserta diskusi. Bahkan dijelaskannya jika ada peserta diskusi menginginkan bila ada kelas membuat tempe dan olahan tempe. Apalagi membuat rempe untungnya cukup besar bila sehari 100 kwintal.

Acara talkshow rangkaian dari agenda Fun Walk 10.000 Langkah Sehat dari halaman Kantor KOWANI menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan kembali ke Kantor KOWANI sebagai titik finis, Jalan Imam Bonjol No. 58, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026), diikuti para perajin tempe, pengurus KOWANI dan masyarakat.

“Kita bisa loh jadi pengusaha tempe. Untuk tempe yang penting fragmentasi nya harus bersih. Tempe itu harus bahan alami. Kalau ada campuran lain, tidak jadi,” jelas Atiek.

Agenda tersebut dipimpin Ketua Umum KOWANI Periode 2024 – 2029, Nannie Hadi Tjahjanto bersama Azaki Food Internasional dalam menyelenggarakan talkshow pembuatan tempe yang higienis, bersih, sehat, dan aman. Hadir narasumber lain, diantaranya Sukmawijaya, Marketing Manager PT Azaki Food Internasional dan Edi Supriyadi, Tim produksi tempe Azaki.

Kegiatan itu juga merupakan bagian dari program KOWANI Goes to UNESCO – Memory of the World dengan agenda utama fun walk.

Sebagai informasi, PT Azaki Food Internasional adalah perusahaan produsen dan eksportir olahan tempe asal Bogor, Jawa Barat, yang didirikan pada tahun 2019 oleh Cucup Ruhiyat. Perusahaan ini dikenal luas sebagai pelopor pengembang produk tempe Indonesia yang berhasil menembus pasar global ke lebih dari 12 negara di Asia, Amerika, Australia, dan Eropa.

Lebih lanjut dikatakan Sukmawijaya selaku Marketing Manager PT Azaki Food Internasional, pihaknya sering menggelar edukasi membantu tempe. Khususnya bersama Forum Tempe.

“Di Forum Tempe kami mengedukasi mereka bagaimana cara membuat tempe yang higienis, sehat, bersih dan aman. Kalau itu dilakukan nilainya juga akan meningkat. Secara prinsip untuk membuat tempe harus bersih. Semakin bersih itu akan semakin awet. Warnanya jadi lebih putih dan aromanya lebih harum,” jelas Sukmawijaya.

Masih dijelaskan Sukmawijaya, pengrajin tempe awalnya dari Jawa tapi sekarang ini sudah ada dari Sabang sampai Merauke.

“Menjadi pengusaha tempe itu tidak sulit. Modalnya murah meriah. Kalau harga kedelai Rp11 ribu/kg. Kalau di pasar bisa 12 ribu. Itu yang curah. Kalau yang premium memang agak mahal sedikit,” jelasnya.

Sementara mengenai merek ragi ungkapnya, disarankan yang banyak digunakan pengrajin tempe pada umumnya. Sambung Edi Supriyadi, selaku tim produksi tempe Azaki menyatakan bahwa bikin tempe itu mudah dan sederhana sekali.

“Yang penting buatnya bersih, higienis. Adapun untuk ragi bisa disesuaikan dengan suhu udara. Di kami kalau suhu atau cuaca beda. Misal, saat panas hujan atau dingin, cara meraginya beda,” pungkasnya.

Jurnalis: dedy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait