Ketua LDII Banyuwangi: 520 Hewan Kurban Senilai Rp 5,5 Miliar Jadi Wujud Solidaritas Sosial

  • Whatsapp
Foto: Sebanyak 245 ekor sapi dan 275 ekor kambing disembelih secara serentak di berbagai masjid serta pondok pesantren yang berada di bawah naungan LDII Banyuwangi. (Doc, Istimewa)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Semangat berbagi pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah terasa begitu kuat di lingkungan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Banyuwangi. Tahun ini, LDII Banyuwangi menyalurkan ratusan hewan kurban dengan total nilai fantastis mencapai Rp 5,5 miliar.

Sebanyak 245 ekor sapi dan 275 ekor kambing disembelih secara serentak di berbagai masjid serta pondok pesantren yang berada di bawah naungan LDII Banyuwangi. Ribuan paket daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat luas, para santri, hingga warga di sekitar lingkungan majelis taklim dan fasilitas ibadah milik LDII.

Bacaan Lainnya

Sekretaris DPD LDII Banyuwangi, Kris Parwanto, menyebut tingginya jumlah hewan kurban tahun ini menjadi bukti meningkatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial warga LDII.

“LDII Banyuwangi memiliki 75 majelis taklim, PC, PAC dan mengelola tiga pondok pesantren. Kami sangat bersyukur karena tahun ini warga LDII semakin semangat di dalam berbagi dan menyalurkan hewan kurban. Melalui ikhlas berbagi dan ikhlas berkurban, terkumpul 245 ekor sapi serta 275 ekor kambing dengan nilai total mencapai Rp 5,5 miliar,” ujar Kris Parwanto saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, kurban bukan hanya soal menjalankan ibadah, namun juga bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Partisipasi warga yang terus meningkat dinilai menjadi cerminan kuatnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan Ketua DPD LDII Banyuwangi, Heri Sujatmiko. Ia menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki nilai sosial yang besar, terutama dalam mempererat kebersamaan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

“Kurban bukan sekadar ritual ibadah, melainkan manifestasi dari solidaritas sosial. Di tengah dinamika ekonomi saat ini, semangat untuk peduli dan berbagi menjadi kunci menjaga kerukunan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” paparnya.

Heri juga mengajak masyarakat mulai mempersiapkan kurban sejak awal tahun melalui perencanaan keuangan yang matang. Menurutnya, sistem kolektif atau patungan sapi hingga pilihan kurban kambing perorangan menjadi solusi agar lebih banyak masyarakat bisa ikut beribadah kurban.

Tak hanya fokus pada jumlah hewan kurban, LDII Banyuwangi juga menaruh perhatian besar terhadap aspek kesehatan dan kebersihan. Seluruh panitia kurban diketahui telah mengikuti pembekalan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi terkait tata cara penyembelihan serta pemilihan hewan kurban yang memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Distribusi daging pun dilakukan secara door to door untuk menghindari kerumunan massal dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu penerima manfaat, Yudi, warga Kecamatan Cluring, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian LDII Banyuwangi. Menurutnya, pembagian daging kurban sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kebutuhan ekonomi yang terus meningkat.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih. Daging kurban ini sangat membantu warga. Semoga para yang berkurban diberikan rezeki yang lebih banyak dan keberkahan,” ujar Yudi.

Melalui semangat “Tandang Bareng” berbagi, LDII Banyuwangi berharap momentum Iduladha tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga memperkuat rasa kepedulian dan persaudaraan antarwarga di Banyuwangi. (Rony//B5)

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait