BONDOWOSO, beritalima.com – Ketua TP PKK Kabupaten Bondowoso, Dr. Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus menjadi perhatian bersama. Di tengah berbagai tantangan global, pemerintah daerah terus berupaya memastikan masyarakat memperoleh akses pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau.
Hal tersebut disampaikan Khodijatul Qodriyah saat menghadiri kegiatan penyaluran bantuan beras bagi masyarakat di wilayah yang terindikasi rawan pangan senin (22/06/26). Menurutnya, persoalan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan, kesehatan, dan masa depan generasi bangsa.
“Ketahanan pangan merupakan urusan wajib dan sangat mendasar bagi kelangsungan hidup masyarakat. Kita tidak boleh menutup mata terhadap berbagai tantangan yang ada di depan, mulai dari perubahan iklim global yang semakin ekstrem, fluktuasi harga kebutuhan pokok, hingga potensi gangguan rantai pasok yang dapat memicu kerawanan pangan di daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerawanan pangan bukan sekadar angka atau data statistik, melainkan kondisi nyata yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus berupaya hadir memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah yang masuk kategori rawan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan beras yang disalurkan kepada masyarakat disebut sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah untuk membantu meringankan beban warga sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.
“Bantuan beras yang telah kita saksikan bersama merupakan bentuk kepedulian pemerintah. Meski bantuan ini belum sepenuhnya memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, kami berharap dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan keluarga,” katanya.
Selain bantuan sosial, Khodijatul Qodriyah juga mengajak masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing. Salah satunya dengan mengoptimalkan lahan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan dan hortikultura.
Menurutnya, langkah sederhana seperti menanam sayuran, cabai, tomat, hingga tanaman buah dapat menjadi solusi dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
“Kita harus memanfaatkan lahan pekarangan semaksimal mungkin. Beberapa waktu lalu saya bersama TP PKK juga melakukan penanaman berbagai tanaman di halaman belakang pendopo, seperti sawi, cabai, tomat, seledri, serta tanaman buah seperti durian, manggis, alpukat, dan kelengkeng. Ini adalah contoh bahwa pekarangan dapat menjadi sumber pangan keluarga yang produktif,” ungkapnya.
Ia berharap gerakan pemanfaatan pekarangan tersebut dapat terus berkembang di tengah masyarakat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan produktif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun kemandirian pangan dari lingkungan terdekat, yaitu dari rumah kita sendiri. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, insya Allah ketahanan pangan masyarakat Bondowoso akan semakin kuat,” pungkasnya. (*/rois)








