Kirab Budaya dan 17 Sound Horeg Semarakkan HUT RI ke-81 di Plampang Rejo, Semangat Bhinneka Tunggal Ika Menggema

  • Whatsapp
Foto: Pemerintah desa setempat sukses menggelar Kirab Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Semangat persatuan dalam keberagaman benar-benar terasa di Desa Plampang Rejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Pemerintah desa setempat sukses menggelar Kirab Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika, Minggu.

Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan kemeriahan enam kelompok peserta yang terdiri dari pelajar SD hingga masyarakat umum. Seluruh peserta tampil memukau dengan mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, menggambarkan kekayaan budaya Nusantara yang tetap bersatu dalam bingkai NKRI.

Bacaan Lainnya

Foto: Siswa SD semangat memeriahkan HUT RI ke 81, menujukan cinta tanah air. (Doc, Rony Subhan)

Kirab budaya menempuh rute sekitar empat kilometer. Sepanjang perjalanan, peserta menyuguhkan berbagai atraksi, tarian, hingga teatrikal yang mengangkat nilai-nilai persatuan dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Meski cuaca terik menyelimuti sepanjang acara, semangat para peserta tidak surut sedikit pun. Sorak sorai penonton terus mengiringi setiap rombongan yang melintas.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya 17 unit sound horeg yang diusung menggunakan truk. Dentuman musik dipadukan dengan iringan lagu-lagu bernuansa tradisional dan modern menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Puluhan penari yang mengenakan busana adat tampil energik di atas kendaraan, menciptakan perpaduan unik antara budaya tradisional dan hiburan modern tanpa meninggalkan nuansa peringatan kemerdekaan.

Berbagai kreativitas pun bermunculan dari masing-masing kelompok. Ada yang menampilkan miniatur rumah adat, replika ikon budaya daerah, hingga koreografi kolosal yang menggambarkan keberagaman suku dan budaya Indonesia. Kreativitas tersebut mendapat apresiasi meriah dari masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab.

Foto: Kirab budaya HUT RI ke 81 Desa Pelampangrejo meriah. (Doc, Rony Subhan)

Kepala Desa Plampang Rejo, Yudi Wiyono, mengatakan tema Bhinneka Tunggal Ika sengaja dipilih agar masyarakat terus mengingat bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa Indonesia. Menurutnya, kirab budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai persatuan kepada generasi muda.

“Melalui kirab budaya ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan. Indonesia memiliki banyak suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat, namun semuanya tetap bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu seluruh peserta kami dorong mengenakan pakaian adat Nusantara sebagai simbol bahwa perbedaan adalah kekayaan yang harus dijaga bersama,” ujar Yudi Wiyono.

Ia menambahkan, keterlibatan pelajar hingga masyarakat umum menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terpelihara di Desa Plampang Rejo. Persiapan dilakukan sejak jauh hari sehingga seluruh peserta dapat menampilkan penampilan terbaik mereka di hadapan masyarakat.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, meriah, dan penuh kegembiraan. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Harapan kami, peringatan HUT RI bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan, melestarikan budaya bangsa, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air,” pungkasnya.

Foto: Tari rebana ikut di tampilkan di acara kirab budaya HUT RI di Desa Plampangrejo. (Doc, Rony Subhan)

Kirab budaya yang dipadukan dengan penampilan sound horeg tersebut pun menjadi hiburan rakyat yang mampu menyatukan seluruh lapisan masyarakat. Kemeriahan HUT RI ke-81 di Desa Plampang Rejo menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, budaya, dan persatuan tetap hidup di tengah masyarakat Banyuwangi. (Rony//B5)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait