KLH Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Hadapi Karhutla di Kalimantan Tengah

  • Whatsapp
KLH Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Hadapi Karhutla di Kalimantan Tengah (foto: KLH)

Palangka Raya, beritalima.com| – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah (Karhutla Kalteng) yang masih tersebar disejulah titik, memasuki tahap penggunaan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang dipusatkan di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya beberapa hari lalu.

Intervensi teknologi berbasis dinamika atmosfer ini dikerahkan sebagai jurus taktis pemerintah untuk mendongkrak curah hujan, menjaga kelembapan gambut, serta mematikan potensi titik api di akar rumput.

Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan KLH Dasrul Chaniago mengatakan, upaya penanganan karhutla menuntut pergeseran paradigma dari reaktif menjadi proaktif. Pemerintah memastikan upaya pencegahan dan pemeliharaan ekosistem berjalan masif jauh sebelum ancaman api membesar di lapangan.

“Kita memahami bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan hanya pada saat api telah muncul. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas melalui pengelolaan kondisi lingkungan dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya kebakaran,” ujar Dasrul saat memimpin OMC.

Operasi berbasis teknologi tinggi ini bekerja dengan membidik formasi awan potensial di udara. Tim Meteopublik dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) siaga penuh mengawal pemantauan cuaca secara intensif, mencakup pergerakan massa awan, arah angin, hingga tingkat kelembapan udara guna menentukan waktu tembak yang paling presisi.

​Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyampaikan, “operasi modifikasi cuaca membutuhkan dukungan informasi meteorologi yang akurat dan pemantauan secara terus-menerus. Setiap potensi awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian akan dioptimalkan untuk mendukung upaya pengendalian karhutla.“

Lewat data akurat tersebut, diputuskan langsung untuk gelar OMC. Kerjasama dengan TNI AU, langsung diterbangkan pesawat membawa 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) atau garam murni pada ketinggian 6.000 hingga 7.000 kaki di lanngit Kaltengm terutrama Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Katingan, demi memicu hujan buatan.

Strategi gelar OMC menjadi kolaborasi terpadu lintas institusi yang melibatkan KLH/BPLH, Kementerian Kehutanan, BMKG, BNPB, TNI Angkatan Udara, pemerintah daerah, hingga seluruh elemen di lapangan.

Jurnalis: abri/dedy

beritalima.com

Pos terkait