BANYUWANGI,Beritalima.com – Kepulan asap dari KMP Bontang Ekspress II mendadak menarik perhatian sejumlah awak kapal di perairan Perkampungan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (21/8/2026) siang. Kapal yang saat itu dalam kondisi off dan sedang tender di sebelah selatan Lanal Banyuwangi tersebut mengalami kebakaran sekitar pukul 13.45 WIB.
Situasi sempat membuat kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah kapal yang juga sedang tender maupun dalam kondisi off langsung melakukan manuver mundur dan menjauh dari posisi KMP Bontang Ekspress II.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk menjaga jarak aman, mengingat kobaran api di atas kapal berpotensi menimbulkan risiko lebih besar apabila menjalar ke bagian lain atau mengganggu kapal-kapal yang berada di sekitarnya.
Di tengah situasi tersebut, kesigapan kru KMP Bontang Ekspress II menjadi faktor penting. Awak kapal segera melakukan penanganan awal terhadap sumber api hingga akhirnya kobaran berhasil dipadamkan sebelum meluas.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi yang menerima informasi kejadian tersebut juga bergerak cepat. Tim Rescue dikerahkan menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus memastikan kondisi di sekitar kapal tetap aman.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Banyuwangi, I Made Oka Astawa, membenarkan adanya insiden tersebut.
Menurutnya, berdasarkan informasi awal yang diterima, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada ruang menyusui yang berada di bagian anjungan kapal.
“Situasi sudah aman. Tidak ada korban. Kebakaran disebabkan korsleting listrik pada ruang menyusui di anjungan kapal dan berhasil diatasi oleh kru kapal,” ujar Oka Astawa.
Kesigapan kru dalam memadamkan api sejak awal membuat kebakaran tidak sampai berkembang menjadi insiden yang lebih besar. Sementara itu, tindakan kapal-kapal lain yang memilih menjauh dari lokasi menjadi langkah antisipasi untuk mencegah kemungkinan terburuk.
Basarnas Banyuwangi bersama unsur terkait kemudian terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. KMP Bontang Ekspress II kini berada dalam kondisi aman dan standby untuk sandar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa insiden kecil di kawasan perairan, khususnya yang melibatkan kapal, membutuhkan respons cepat. Kesigapan awak kapal, kewaspadaan kapal-kapal di sekitar serta koordinasi unsur SAR menjadi bagian penting dalam mencegah situasi berkembang menjadi kecelakaan yang lebih besar. (Rony//B5)






