Yahokimo, beritalima.com| – Koops TNI Habema evakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin sembari bergerak sisir dan pengejaran terhadap pelaku penembakan pilot serta pembakaran pesawat dari Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan (3/7).
Operasi evakuasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Seluruh proses dilakukan melalui koordinasi terpadu dengan mengedepankan faktor keamanan dan ketelitian mengingat medan operasi berada di wilayah pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Jenazah Nicholas F. Goselin berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan telah tiba dengan selamat di Timika setelah diterbangkan menggunakan dukungan udara Koops TNI Habema. Jenazah akan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk proses penanganan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dari informasi awal diterima aparat keamanan, pembunuhan terhadap pilot serta pembakaran pesawat PT AMA Air dilakukan kelompok OPM XVI/Yahukimo dipimpin Elkius Kobak. Tim patroli Koops TNI Habema langsung melaksanakan penyisiran dan pengejaran terhadap para pelaku guna menjaga situasi keamanan serta mendukung proses penegakan hukum.
Selain evakuasi, Koops TNI Habema bersama unsur terkait terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Pengamanan wilayah dilakukan guna menjamin keamanan masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna mengatakan, “kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya pilot PT AMA Air. Koops TNI Habema berkomitmen mendukung proses evakuasi, menjaga keamanan wilayah, serta membantu penegakan hukum. Tim patroli juga terus melaksanakan penyisiran dan pengejaran terhadap para pelaku. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar keamanan masyarakat dan pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap terjaga.”
Jurnalis: dedy/abri








