Korban Terakhir Laka Laut Pelawangan Grajagan Ditemukan, Operasi Pencarian Resmi Berakhir

  • Whatsapp
Foto: Korban laka laut pelawangan laut grajagan ditemukan meninggal. (Doc.Istimewa)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Operasi pencarian korban laka laut perahu jurek di kawasan Pelawangan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, akhirnya resmi berakhir. Korban terakhir yang sebelumnya dinyatakan hilang, Lukman Hadi (22), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Kamis (23/7/2026).

Korban merupakan warga Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo. Jenazah ditemukan sekitar pukul 05.40 WIB di perairan Pantai Kayu Duwur, kawasan PHPA Tegaldlimo, setelah empat hari dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Purwoharjo, IPTU Agus Suhartono, mengatakan penemuan korban bermula dari laporan seorang nelayan yang melihat sesosok jenazah mengapung di perairan Pantai Kayu Duwur.

“Setelah menerima informasi dari nelayan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Pos TNI AL Grajagan, Satpolairud, Polsek Purwoharjo, bersama nelayan setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Korban kemudian dibawa ke TPI Grajagan guna dilakukan identifikasi dan pemeriksaan medis,” ujar IPTU Agus.

Dari hasil identifikasi, korban dipastikan merupakan Lukman Hadi, salah satu korban yang hilang dalam musibah tenggelamnya perahu jurek di Pelawangan Grajagan pada Senin (20/7/2026) dini hari.

Kapolsek menjelaskan, hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.

“Jenazah selanjutnya kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga telah membuat surat pernyataan bahwa kejadian ini merupakan musibah sehingga tidak dilakukan autopsi,” jelasnya.

Dengan ditemukannya Lukman Hadi, seluruh korban dalam tragedi laka laut Pelawangan Grajagan telah berhasil ditemukan. Sebelumnya, dua korban ditemukan meninggal dunia sesaat setelah peristiwa terjadi, disusul penemuan satu korban pada hari kedua pencarian, dan kini korban terakhir berhasil ditemukan pada hari keempat operasi SAR.

“Seluruh korban telah ditemukan sehingga operasi pencarian resmi kami tutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada Basarnas, Pos TNI AL Grajagan, Satpolairud, para nelayan, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama selama proses pencarian berlangsung,” kata IPTU Agus.

Diketahui, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Perahu jurek yang membawa puluhan anak buah kapal terbalik setelah dihantam gelombang saat melintasi Pelawangan Grajagan. Musibah itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia, sementara puluhan ABK lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko pelayaran di kawasan Pelawangan Grajagan, jalur keluar masuk nelayan menuju Samudra Hindia yang dikenal memiliki arus kuat dan gelombang yang dapat berubah sewaktu waktu. (Rony//B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait