KOWANI Gelar “Golden Memory – Batik: Jejak Cinta Kasih Ibu Bangsa” Pada Hari Batik Nasional 2026

  • Whatsapp

Jakarta | beritalima.com – Memperingati Hari Batik Nasional 2026, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menyelenggarakan kegiatan “Golden Memory – Batik: Jejak Cinta Kasih Ibu Bangsa” sebagai wujud penghormatan terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia sekaligus simbol persatuan, identitas bangsa, dan perjalanan panjang perempuan Indonesia dalam membangun peradaban.

Ungkap Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto periode 2024 – 2026 saat acara berlangsung di Rest Tanah Air TVRI, Jalan Gerbang Pemuda Senayan, Jakarta, sejak pukul 09.00 hingga selesai, pada Jum’at (2/10/2026).

Sesuai dengan temanya, “Merayakan Warisan, Menginspirasi Generasi”. KOWANI mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus melestarikan batik sebagai warisan budaya yang hidup, memperkuat karakter bangsa, serta menginspirasi generasi penerus melalui nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap motif batik Nusantara.

“Selain melestarikan warisan budaya bangsa, Hari Batik Nasional senagai bagian dari ikhtiar melestarikan warisan budaya Indonesia, memperkuat peran perempuan sebagai penjaga nilai-nilai bangsa, serta membangun jejak sejarah menuju 100 Tahun KOWANI (1928–2028). Batik bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan inspirasi untuk masa depan Indonesia,” tandas Ketum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto.

Lebih lanjut kegiatan tersebut, Trunk Show yang menampilkan keindahan batik Nusantara dalam karya dan gaya, Cerita di Balik Batiknya yang mengangkat filosofi, sejarah, dan makna di balik setiap motif batik, serta Apresiasi dan Penghargaan kepada para peserta dan karya terbaik sebagai bentuk penghormatan terhadap kreativitas, inovasi, dan dedikasi dalam melestarikan budaya bangsa.

“KOWANI berkomitmen untuk terus memperkuat pelestarian batik sebagai bagian dari identitas nasional, sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi kreatif, serta pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang,” tegas Nannie

Lebih jauh bagi KOWANI, batik bukan sekadar kain tradisional, melainkan dokumen budaya yang merekam perjalanan sejarah bangsa, keberagaman Indonesia, serta kontribusi perempuan dalam menjaga jati diri nasional. Setiap motif batik menyimpan kisah, filosofi, dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari memori kolektif Indonesia.

Masih di tempat yang sama pada kegiatan Golden Memory, menjadi bagian dari rangkaian Road to 100 Tahun KOWANI (1928–2028) yang menekankan pentingnya pelestarian memori organisasi, dokumentasi sejarah perempuan Indonesia, serta penguatan jejak digital sebagai warisan menuju abad kedua KOWANI.

“Melalui semangat “Satu Batik, Sejuta Kisah Perempuan Indonesia untuk Dunia”, KOWANI berharap batik tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga menjadi media diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional yang mampu mempererat persaudaraan, memperkuat identitas bangsa, dan menginspirasi dunia,” pungkas Nannie Hadi Tjahjanto.

Jurnalis: dedy

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait