KSBN: Manado dan Merauke Layak Jadi Kota Musik Dunia

  • Whatsapp
Ketua DPP KSBN Hendardji Soepandji: Manado dan Merauke layak jadi Kota Musik Dunia

Palangkaraya, beritalima.com| – Dalam Rapat Kerja Nasional Komite Seni Budaya Nusantara atau KSBN di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (12-13/6), ada pernyataan menarik dari Ketua DPP KSBN Mayjen TNI (Purn) TNI Hendardji Soepandji yang menyebut kota Manado (Sulawesi Utara) dan Merauke (Papua Selatan) layak menjadi kota musik dunia.

Mengapa? Karena kedua daerah tersebut dinilai memiliki kekuatan budaya dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang musik. “Musik menjadi bagian dari karakter dan identitas kedua kota tersebut yang diperoleh dari hasil cipta rasa dan karsa selama ratusan tahun secara turun temurun yang diwariskan,” ujar Hendardji.

Dalam Rakernas 2026 ini, KSBN sepakat memberikan dukungannya terhadap upaya menjadikan Merauke dan Manado sebagai Kota Musik Dunia. Upaya tersebut akan diperjuangkan secara bertahap mulai dari tingkat daerah hingga pemerintah pusat dengan harapan mendapat pengakuan yang lebih luas, termasuk di tingkat internasional.

Hendardji menegaskan, budaya merupakan rumah bersama yang harus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keindahan dan keberlangsungan budaya sangat bergantung pada komitmen bersama untuk terus melestarikan dan mengembangkannya.

“Melalui Rakernas tahun ini, KSBN mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan menjaga budaya Nusantara agar tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan bangsa di masa depan,” jelasnya.

Dipaparkan Hendardji, Indonesia merupakan negara besar, ada 17.502 pulau, hampir 300 juta penduduk, enam agama dan kepercayaan, sekitar 800 bahasa daerah dan ragam budaya ada di dalamnya yang turut memperkayanya.

Itu sebabnya, KSBN bertekad memajukan kebudayaan Indonesia sebagai negara besar. Mimpi menjadikan Manado dan Merauke sebagai kota musik dunia seperti diutarakan Hendardji bukan tanpa alasan. Karena, jika ini terwujud, dengan sendirinya menjadi bangkitnya industri musik di dua kota tersebut sebagai salah satu obyek wisata dunia.

Berikutnya, bangkitnya sekolah musik di dua kota tersebut, diajarkan di sekolah dasar dan menengah untuk memperhalus budi pekerti. Dan, akan memperkuat rantai pasokan industri dalam negeri ditingkat global.

Dalam Rakernas di Palangkaraya, DPP KSBN sekaligus melantik kepengurusan DPW KSBN Kalimantan Tengah masa bakti 2026–2031. Ketua panitia Rakernas KSBN Kalteng Natalia Asi menyampaikan, berbagai agenda strategis dibahas dalam forum tersebut, termasuk penguatan seni budaya daerah sebagai bagian dari identitas nasional yang perlu terus dikembangkan dan dipromosikan.

Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian dalam Rakernas tahun ini adalah pelaksanaan kolaborasi Musik Nusantara yang akan melibatkan seluruh perwakilan daerah di Indonesia. Kegiatan berskala nasional ini direncanakan digelar di Kalimantan Tengah atau Jawa Timur dengan menampilkan kekayaan musik tradisional dari berbagai daerah.

Jurnalis: dedy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait