Kualitas Proyek PISEW Rp500 Juta di Jrangoan Sampang Tuai Sorotan

  • Whatsapp

SAMPANG, Beritalima.com | Kualitas pekerjaan pembangunan infrastruktur melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) 2026 di Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menuai sorotan.

Proyek yang disebut memiliki anggaran sekitar Rp500 juta tersebut mendapat perhatian dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Pemberdayaan Peduli Rakyat.(LASBANDRA). Sorotan terutama diarahkan pada dugaan kualitas pekerjaan serta pelaksanaan proyek di lapangan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) LASBANDRA, Achmad Rifa’i, mengatakan terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Menurutnya, salah satu persoalan yang disoroti adalah pekerjaan yang disebut tidak dilengkapi papan informasi proyek. Padahal, informasi mengenai kegiatan pembangunan dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui sumber anggaran, pelaksana, serta jenis pekerjaan yang sedang dikerjakan.

“Banyak hal yang menjadi catatan kami dalam pekerjaan tersebut, di antaranya tanpa dilengkapi papan informasi proyek,” kata Rifa’i.

Selain persoalan keterbukaan informasi, pihaknya juga menyoroti penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek.

Ia menyebut penggunaan perlengkapan dan penerapan K3 perlu menjadi perhatian dalam setiap pekerjaan konstruksi, sebagai upaya melindungi pekerja dari risiko kecelakaan maupun penyakit akibat kerja.

“Termasuk tidak digunakannya K3 sebagai upaya melindungi pekerja dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja agar proyek berjalan lancar, aman, dan tepat waktu,” ujarnya.

Tak hanya itu, proses pemasangan batu pondasi pada proyek tersebut juga menjadi sorotan LASBANDRA.

Achmad Rifa’i mengaku meragukan lebar pondasi yang dikerjakan. Ia juga mempertanyakan penggunaan mortar pada setiap spesi atau celah antarbatu dalam pekerjaan pasangan batu.

“Selain lebar pondasi yang diragukan pihak kami, kami juga menyoroti kurangnya mortar di tiap spesi,” ungkapnya.

Ia bahkan melontarkan kritik terhadap metode pemasangan batu yang menurutnya perlu diperhatikan kembali oleh pihak pelaksana.

“Itu mau buat plengsengan apa mau bangun candi, kok ditumpuk lalu disiram mortar,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas pekerjaan konstruksi harus menjadi perhatian, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran yang disebut mencapai Rp500 juta. Pihaknya berharap pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.

Namun demikian, dugaan mengenai kualitas pekerjaan tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut melalui pemeriksaan teknis di lapangan. Termasuk kesesuaian dimensi pondasi, komposisi mortar, serta metode pelaksanaan dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi proyek. (FA)

beritalima.com

Pos terkait