DEPOK | beritalima.com – Pemerintah Kota Depok terus berupaya memenuhi target Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok memilih strategi optimalisasi aset pemerintah, pengetatan regulasi pembangunan, serta mendorong partisipasi masyarakat sebagai langkah utama untuk menambah luasan RTH.
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan kondisi Kota Depok saat ini sudah sangat minim lahan kosong. Karena itu, pemenuhan target RTH tidak lagi mengandalkan pembukaan kawasan baru, melainkan memanfaatkan ruang-ruang yang tersedia secara lebih efektif.
“Melihat kondisi Kota Depok yang memiliki keterbatasan lahan, prioritas yang dapat dilakukan adalah optimalisasi aset pemerintah menjadi RTH, revitalisasi taman kota dan jalur hijau jalan, serta penghijauan sempadan sungai dan situ,” ujar Reni,Kamis (2/7/2026)
Selain itu, DLHK juga mendorong penerapan konsep roof garden dan vertical garden pada gedung-gedung pemerintah sebagai solusi menghadirkan ruang hijau di kawasan yang lahannya terbatas.
Menurut Reni, setiap pembangunan baru juga diwajibkan menyediakan Ruang Terbuka Hijau sesuai ketentuan yang berlaku. Persyaratan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sehingga setiap pengembang ikut berkontribusi terhadap peningkatan luasan RTH di Kota Depok.
Di sisi lain, DLHK memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR). Kemitraan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan maupun pemeliharaan taman-taman kota.
Tak hanya itu, gerakan penghijauan juga diperluas hingga lingkungan permukiman dan sekolah. Program ini diharapkan mampu menciptakan koridor hijau dari tingkat lingkungan terkecil sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan luas RTH secara bertahap, tetapi juga memperbaiki kualitas udara, mengurangi suhu perkotaan, meningkatkan resapan air, dan memperkuat ketahanan Kota Depok terhadap dampak perubahan iklim,” kata Reni.
Saat ini, DLHK Kota Depok juga tengah merumuskan program baru yang bertujuan meningkatkan partisipasi publik dalam kegiatan penghijauan. Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati manfaat ruang hijau, tetapi juga terlibat aktif dalam menanam, merawat, dan menjaga pohon di lingkungan masing-masing.
Dengan kombinasi kebijakan yang terintegrasi, optimalisasi aset pemerintah, keterlibatan dunia usaha, dan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kota Depok optimistis target pemenuhan RTH sebesar 30 persen dapat dicapai secara bertahap. Upaya tersebut diharapkan mampu mewujudkan Kota Depok yang lebih hijau, sejuk, sehat, serta tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.








