GRESIK, beritalima.com – Latihan Kader Utama (LAKUT) PC IPNU-IPPNU Gresik resmi dibuka di Pondok Pesantren Al-Qona’ah, Gresik Kota Baru (GKB) , Kamis (1/10/2026).
Mengusung tema “The Next Game Changer: Teknokrasi Kepemimpinan, Wujudkan IPNU IPPNU Unggul Dalam Multi Sektoral,” kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan kader agar mampu mengambil peran strategis dan memberikan kontribusi di berbagai sektor.
Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Aprilia Nur Azizah, menegaskan bahwa LAKUT sebagai jenjang pengkaderan tertinggi IPNU-IPPNU bukanlah akhir dari proses kaderisasi. Sebaliknya, LAKUT menjadi awal dari tanggung jawab pengabdian yang lebih besar.
“LAKUT bukan akhir kaderisasi, tetapi awal tanggung jawab yang lebih besar. Semakin tinggi jenjang kaderisasi, semakin besar pula tanggung jawab pengabdiannya,” ujar Aprilia.
Menurutnya, keberhasilan kader setelah mengikuti LAKUT tidak cukup diukur dari sertifikat yang diperoleh. Lebih dari itu, proses kaderisasi harus mampu membentuk perubahan dalam cara berpikir, memimpin, mengambil keputusan, serta keberanian untuk menghasilkan karya yang memberikan manfaat.
Aprilia juga mendorong kader IPNU-IPPNU untuk mampu membaca perubahan zaman. Kader masa kini, kata dia, harus memiliki kemampuan organisasi, penguasaan teknologi dan keilmuan, serta keberanian memasuki berbagai sektor tanpa meninggalkan akar nilai Aswaja, tradisi pesantren, dan karakter kader NU.
“Jangan hanya menjadi kader yang hadir di organisasi. Jadilah kader yang membawa organisasi hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Gresik menyampaikan bahwa pelaksanaan LAKUT diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kader sekaligus mempersiapkan mereka menjadi pemimpin di berbagai bidang.
Bidang tersebut mencakup pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial, hingga sektor profesional lainnya. Dengan demikian, kader diharapkan tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari proses kaderisasi, PC IPNU-IPPNU Gresik bersama tim kaderisasi juga menyusun Rencana Strategis (RENSTRA) sebagai salah satu prasyarat peserta LAKUT.
RENSTRA tersebut tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi dirancang untuk memastikan gagasan kader dapat diterjemahkan menjadi program yang terarah dan memberikan manfaat bagi masing-masing pimpinan.
Menurutnya, keberadaan RENSTRA diharapkan membuat kader tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan, tetapi juga mengerti alasan pentingnya program tersebut serta bagaimana manfaatnya dapat dirasakan kader dan organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Aprilia juga menyampaikan gagasan yang lebih luas mengenai arah pengembangan IPPNU Jawa Timur.
Ia mendorong agar IPPNU tidak hanya dipandang sebagai organisasi yang menaungi pelajar putri, tetapi mampu menjadi arsitek ekosistem pelajar putri Jawa Timur.
“Ini berarti kita tidak hanya menyiapkan kader untuk aktif di IPPNU. Kita harus membangun ekosistem yang membuat pelajar putri bisa belajar, bertumbuh, berkarya, memimpin, dan memiliki ruang untuk menentukan masa depannya,” jelasnya.
Ia berharap kader LAKUT menjadi bagian dari proses tersebut dengan menciptakan ruang, membuka akses, membangun jejaring, serta menghadirkan kesempatan bagi kader-kader setelahnya.
“Tugas kita bukan hanya mewarisi organisasi yang baik. Tugas kita adalah meninggalkan ekosistem yang lebih baik daripada yang kita terima,” pungkas Aprilia.(*)








