KEPULAUAN SULA, beritaLima.com — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula melalui Dinas Pendidikan sukses menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Tahun 2026, yang berlangsung meriah. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk melestarikan bahasa daerah dan budaya lokal, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap bahasa ibu kepada generasi muda sejak usia dini.
Acara berlangsung di lingkungan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula, yang dihias indah dengan panggung megah dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta tampil percaya diri di atas panggung, mengenakan pakaian rapi dan membawakan materi dalam bahasa ibu masing-masing dengan penuh semangat dan penghayatan. Dewan juri menyimak setiap penampilan dengan saksama, lengkap dengan lembar penilaian di hadapan mereka.
Sebanyak 195 peserta turut berpartisipasi dalam festival ini, yang berasal dari 24 Sekolah Dasar (SD), 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta perwakilan Sanggar Lidayai dan Madrasah Rasah Ibtidaiyah. Para peserta menampilkan beragam kreasi budaya, mulai dari pidato, pantun, cerita rakyat, baca puisi, tembang tradisional, mendongeng, cerpen, hingga penampilan kreatif berupa stand up comedy — semuanya disampaikan dalam bahasa daerah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula, Marini Nur Ali, menyampaikan harapannya melalui Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Disdik Kepulauan Sula, M. Rizal Kailul, saat dikonfirmasi di kantor Dinas Pendidikan, Kamis (27/8/2026).
“Bahasa ibu adalah identitas bangsa, dan melalui festival ini, kita berharap anak-anak tidak hanya menguasai bahasa nasional, tetapi juga bangga menggunakan bahasa daerahnya. Keberagaman bahasa yang ada di Kepulauan Sula adalah kekayaan yang harus kita jaga bersama,” ujar M. Rizal.
Festival ini menjadi bukti nyata upaya pelestarian warisan leluhur di tengah arus zaman yang terus berubah. Harapannya, tradisi berbahasa daerah ini terus hidup di kalangan generasi muda dan tidak punah ditelan masa.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang lomba berhak membawa pulang piala, piagam penghargaan, serta bonus pengembangan potensi untuk mendorong kreativitas mereka di masa mendatang,” pungkas M. Rizal.(DN)








