Lomba Patrol di Desa Tamanagung Meriahkan HUT RI ke-81, 27 Grup Adu Kreativitas dan Musikalitas

  • Whatsapp
Foto: Suasana malam semakin hidup melalui lomba pawai patrol yang diikuti puluhan kelompok dari berbagai kalangan. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, berlangsung meriah. Suasana malam semakin hidup melalui lomba pawai patrol yang diikuti puluhan kelompok dari berbagai kalangan. Sabtu (22/08/2026).

Sebanyak 27 grup peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 10 grup merupakan pelajar SD dan MI yang berasal dari wilayah Desa Tamanagung. Sementara kategori umum tak kalah semarak dengan kehadiran 17 grup yang turut menunjukkan kreativitas dan kekompakan masing-masing.

Bacaan Lainnya

Menariknya, sebelum rombongan peserta bergerak, barisan paling depan turut dimeriahkan penampilan kehormatan dari ibu-ibu PKK Desa Tamanagung. Kehadiran mereka menambah semarak suasana sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya milik generasi muda, tetapi menjadi momentum kebersamaan seluruh masyarakat.

Foto: Siswa Sekolah Dasar semangat mengikuti lomba patrol di desa Tamanagung. (Doc, Rony Subhan)

Lomba pawai patrol menempuh jarak kurang lebih 2 kilometer. Peserta diberangkatkan dari depan Kantor Desa Tamanagung, kemudian menyusuri jalan desa dengan rute melingkar hingga akhirnya kembali ke titik awal di depan kantor desa.

Sepanjang perjalanan, dentuman alat musik patrol berpadu dengan suara para peserta yang tampil penuh semangat. Warga yang berada di sepanjang rute pun ikut menyaksikan dan memberikan dukungan. Bagi masyarakat, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi hiburan sekaligus ruang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Acara secara resmi dibuka dan dilepas oleh Kepala Desa Tamanagung, Suharto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

Suharto berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar, aman, tertib dan penuh kegembiraan.

“Kemerdekaan ini adalah hasil perjuangan para pahlawan yang harus kita syukuri dan kita isi dengan kegiatan-kegiatan positif. Melalui lomba patrol ini, kita ingin masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi dan menunjukkan kreativitas. Semoga acara malam ini berjalan lancar dan aman,” ujar Suharto.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, semakin banyak peserta yang terlibat, semakin besar pula semangat kebersamaan yang tercipta di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan tahun depan pesertanya semakin bertambah, semakin meriah, dan kreativitas masyarakat semakin berkembang. Yang paling penting, tetap menjaga keamanan, ketertiban dan persaudaraan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu juri lomba, Enggal Bayu, menjelaskan bahwa penilaian tidak semata-mata melihat kemeriahan penampilan. Para peserta juga harus mampu menunjukkan kemampuan musikalitas secara keseluruhan.

Menurut Enggal, salah satu aspek utama yang menjadi perhatian juri adalah musikalitas, yang mencakup sejumlah unsur penting. Di antaranya ketepatan irama dan tempo, bagaimana peserta menjaga ketukan serta kecepatan musik agar tetap konsisten.

Kemudian terdapat penilaian harmoni dan dinamika, yakni kemampuan kelompok membangun keselarasan bunyi sekaligus mengatur perubahan kuat-lemahnya permainan musik agar penampilan tidak monoton.

Juri juga memperhatikan artikulasi dan kejernihan, termasuk bagaimana setiap unsur suara atau permainan alat musik dapat terdengar dengan jelas. Selain itu, variasi ritme dan kreativitas menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana peserta mampu menghadirkan pola permainan yang menarik dan tidak terpaku pada satu bentuk saja.

Aspek terakhir adalah ekspresi dan musikal, yakni kemampuan peserta membawakan karya dengan penuh penghayatan, energi serta kekompakan sehingga penampilan mampu memberikan kesan kepada penonton maupun dewan juri.

Foto: Lomba patrol di Desa Tamanagung tidak hanya menjadi ajang mencari juara. Kegiatan ini menjadi panggung kreativitas masyarakat. (Doc, Rony Subhan)

Dengan beragam unsur tersebut, lomba patrol di Desa Tamanagung tidak hanya menjadi ajang mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung kreativitas masyarakat dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sekaligus memperlihatkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat desa.

Dentuman patrol yang menggema sepanjang rute malam itu pun menjadi simbol sederhana bagaimana masyarakat Tamanagung mengisi kemerdekaan: bersatu, berkarya dan bergembira bersama. (Rony//B5)

beritalima.com beritalima.com

Pos terkait