Jakarta, beritalima.com| – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau kesiapan peresmian LRT (Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu) Jakarta dan uji coba jalur Velodrome-Manggarai yang kini telah mencapai 97,99 persen. Adapun pengerjaan yang masih diselesaikan terkait persinyalan di beberapa titik ditargetkan akan rampung pada 20 Agustus.
LRT Jakarta memiliki panjang 12,2 kilometer dengan nilai investasi pembangunannya sebesar Rp12,1 triliun. LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai ini memiliki 11 titik stasiun pemberhentian. “Semuanya sudah tadi kami melakukan pengecekan, semuanya sudah siap untuk dioperasikan,” kata Pramono.
Kehadiran LRT Jakarta ini meningkatkan konektivitas di tiga kota Jakarta, yakni Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) pun berencana melanjutkan pembangunan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas pada 2027 dan ditargetkan selesai Agustus 2028.
Pada tahap awal, jumlah penumpang LRT rute Kelapa Gading-Manggarai ini diproyeksikan mencapai sekitar 60 ribu hingga 80 ribu orang per hari secara bertahap. Moda transportasi LRT rute ini akan beroperasi dari pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB.
Terkait tarif, Pramono menyebut akan segera diputuskan. Pengembangan transportasi Jakarta juga akan terus dilakukan. Setelah LRT rute Kelapa Gading-Manggarai beroperasi, Pemprov DKI berencana untuk melanjutkan pembangunan dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadion (JIS); serta dari Velodrome menuju Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim, Jakarta Timur.
“Dan kalau itu sudah dilakukan, saya yakin penggunaan transportasi umum di Jakarta akan meningkat secara signifikan,” jelasnya. Kini, ujar Pramono, penggunaan transportasi umum mengalami kenaikan hampir 15 persen pada bulan lalu. Hal ini menunjukan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk memanfaatkan transportasi umum dalam bermobilitas.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Iwan Takwin menerangkan, LRT Jakarta ini dirancang untuk memberikan fasilitas transportasi yang lebih modern dan nyaman bagi masyarakat. “Jadi tidak hanya membangun infrastrukturnya tapi membangun masyarakatnya, perilakunya juga akan berubah karena mereka menikmati dan nyaman,” terang Iwan.
Jurnalis: rusman/abri, sumber: beritajakarta








