Manado Akhirnya Direbut Kembali TNI, Aksi Heroik Pada Akhir Juni 1958

  • Whatsapp
Suasana di museum Satriamandala, salah satunya menceritakan perebutan kota .Manado oleh TNI pada 1958 (foto: abri)

Jakarta, beritalima.com| – Salah satu palagan menarik sekaligus heorik yang terekam dalam diorama di Museum Satrimandala, Jakarta, adalah upaya merebut kembali Kota Manado di Sulawesi Utara, dari tangan kelompok pemberontak yang menamakan dirinya Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta).

Gerakan Permesta berdiri pada 1957 dimotori oleh masyarakat yang tidak puas dengan kebijakan Pemerintah Pusat, semula berpusat di Makassar (Sulawesi Selatan), lalu ke Manado. Aksi dari Permesta yang merongrong wibawa Pemerintah, akhirnya bisa ditumpas oleh TNI.

Peristiwa pertempuran sekaligus penumpasan Permesta dengan merebut Kota Manado, sebagai salah satu basis strategis Permesta, ada dalam salah satu diorama Museum Satriamandala, di Jakarta. “Dalam diorama di Museum Satriamandala secara jelas dilukiskan peristiwa pembebasan kota Manado pada 26 Juni 1958,” ujar Letkol Caj Anggi Salamun kepada beritalima.

Terdapat kisah yang ditulis Majalah sejarah online Historia, yang ditulis oleh Hendi Jo (15/11/2018), disebutkan bagaimana peran KKO (Korps Komando Angkatan Laut, sekarang Marinir) yang mendapat perlawanan sengit dari pihak lawan (Permesta) saat mendarat di Pelabuhan Kema (sekitar 30 kilometer dari kota Manado).

Pendaratan KKO didukung oleh Angkatan Darat, dan juga beberapa pesawat dari Angkatan Udara yang menjatuhkan beberapa bom didaerah yang dikuasai Permesta. Mengapa Mando menjadi titik sentral untuk memukul Gerakan Permesta?

Menurut Letnan Kolonel Rukminto Hendraningrat (Komandan Operasi Militer Angkatan Perang Republik Indonesia untuk Sulawesi Utara), satu-satunya cara untuk melemahkan para pemberontak adalah dengan menguasai Manado, karena kota ini menjadi pusat berkumpulnya pemimpin Permesta.

Setelah itu, pasukan elit TNI dari KKO dan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) mulai masuk ke Manado. “KKo AL ditugaskan untuk merebut Kema, Bitung, Kauditan, Lelang dan Manado,” demikian menurut buku Korps Komando AL: Dari Tahun ke Tahun yang ditulis oleh Bagian Sedjarah KKO AL pada 1971.

“Kisah heroik prajurit TNI untuk pembebasan kota Manado begitu penting untuk diketahui oleh generasi penerus bangsa,” ujar Letkol Salamun. Berbagai peristiwa penting lainnya pasca Kemerdekaan RI yang mendapat gangguan keamanan dari dalam dan luar negeri, banyak didapati bila kita mengunjungi Museum Satriamandala di Jalan Gatot Subroto, Jakarta ini.

Jurnalis: dedy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait