Menteri LH Mendorong Beyond Compliance Bagi Pelaku Usaha

  • Whatsapp

Denpasar | beritalima.com – Mendorong dunia usaha untuk konsisten menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial yang bertujuan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadian. Menurutnya, inovasi dari dunia usaha memegang peranan krusial dalam mendorong kepatuhan lingkungan sekaligus memperkuat pemulihan ekosistem.

Demikian pesan ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat saat menghadiri Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di Denpasar, Bali, pada Kamis (10/9/2026).

Dijelaskan, bahwa kepatuhan terhadap lingkungan wajib dibangun melalui berbagai pendekatan, mulai dari kesadaran moral hingga penegakan hukum.

“Dalam mewujudkan kepatuhan etik Iingkungan, ada yang sifatnya imbauan moral, kemudian perintah-perintah religi, dan yang terakhir adalah menggunakan instrumen hukum. Sehingga mereka yang tidak bisa diperintah secara morai, tidak bisa diperintah secara religi, ya kita perintah secara hukum,” tutur Menteri Jumhur.

Masih ditegaskan Menteri Jumhur, perlindungan lingkungan tidak boleh dipandang sebagai penghambat pembangunan. Sebaliknya, pembangunan dan aktivias ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga serta memulihkan lingkungan.

“KLH mendorong satu tagline pertumbuhan dan pembangunan melalui perlindungan Ingkungan. Hal itu bisa dilakukan, sebagai contoh ENSIA ini adalah salah satunya. Jadi Silakan membangun tapi bersamaan dengan memulihkan dan menjaga Ingkungan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Lebih lanjut seperti yang disampaikan Menteri Jumhur, dunia saat ini menghadapi triple planetary cnsis, yatu tiga tantangan Ingkungan global berupa perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati. serta pencemaran dan kerusakan lingkungan.

“Tantangan tersebut membutuhkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek Ingkungan dan sosial. Inovasi tersebut perlu dibangun melalui empat prinsip utama, yaitu penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs), persiapan dan keterlibatan sosial (social preparation and social integration), penerapan budaya keselamatan tanpa kecelakaan (zero accident), serta Gerakan Tobat Ekologis,” terangnya.

Ditambahkan Menteri Jumhur Hidayat, ENSIA sejalan dengan upaya KLH/BPLH dalam mendorong praktik beyond compliance, yaitu komitmen pelaku usaha yang melampaui pemenuhan kewajiban dasar lingkungan melalui inovasi dan aksi nyata.

“Melalui berbagai inovasi yang dikembangkan dunia usaha, kontribusi terhadap pemulihan lIngkungan dapat dilakukan melalu berbagai bidang, seperti pengelolaan sampah, rehabilitasi ekosistem, efisiensi sumber daya, transisi energi bersih, hingga pengembangan ekonomi hijau,” pungkas Jumhur.

jurnalis: dedy

beritalima.com

Pos terkait