Menteri Mu’ti Hibur Anak-anak Terdampak Gempa NTT

  • Whatsapp
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti (depan dengan topi) hibur anak-anak terdampak gempa NTT (foto: kemendikdasmen)

Ngada, beritalima.com| – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti hadir dan memberikan hiburan serta semangat kepada anak-anak terdampak gempa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu yang dilakukan adalah memberi dukungan psikososial bagi murid dan guru terdampak.

Mu’ti mengatakan pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga pemulihan kondisi mental murid dan guru. “Untuk pemulihan mental, ini kan ada dua yang kami lakukan. Pertama, tadi ada teman-teman dari tim HIMPSI yang bekerja sama dengan kami untuk memberikan semangat seperti tadi yang kita lakukan. Anak-anak kita dibuat ceria, gembira,” ujar Mendikdasmen (24/8).

Ia menambahkan, pendampingan juga dilakukan sejumlah organisasi sosial dan perguruan tinggi yang turut hadir membantu masyarakat terdampak gempa. “Jadi, kami intinya bekerja sama dengan semua pihak agar masyarakat, terutama anak-anak, ini terbebas dari trauma dengan berbagai macam kegiatan dan penyuluhan psikologi. Kemudian, untuk pembangunan fisik dan rekonstruksi secara bertahap dengan menggunakan dana revitalisasi,” jelasnya.

Ketua Divisi Program Kebencanaan Korps Relawan Bencana Himpunan Psikologi Indonesia (KRESNA HIMPSI) Yuria Ekalitani menjelaskan, berdasarkan rapid assessment dilakukan di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, masih ditemukan sejumlah murid yang mengalami kecemasan dan ketakutan akibat gempa susulan.

“Beberapa juga menjadi sulit tidur, takut jika masuk ke dalam rumah, tidak mau menutup pintu karena takut ada gempa susulan, sulit konsentrasi, dan beberapa dampak psikologis lainnya,” ujar Yuria.

Dalam pendampingan kepada murid, HIMPSI mengadakan kegiatan Tenda Gembira melalui aktivitas bermain yang dirancang secara terstruktur. Anak-anak juga diperkenalkan dengan teknik stabilisasi emosi untuk membantu mereka mengelola rasa takut dan cemas yang muncul setelah mengalami bencana.

Sementara bagi guru dan tenaga kependidikan, HIMPSI memberikan psikoedukasi mengenai dukungan psikologis awal serta pendampingan melalui kegiatan Supportive, Accompaniment, Psychosocial, Assistance (SAPA).

Kegiatan tersebut mencakup penyapaan langsung kepada guru terdampak sekaligus asesmen psikososial untuk melihat kondisi mereka setelah gempa. “Untuk bisa lebih terlatih, guru perlu mendapatkan pelatihan untuk memberikan layanan dukungan psikososial kepada siswa didik,” paparnya.

Jurnalis: abri/rusman

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait