Jakarta, beritalima.com| – Dua belas ribu peserta olahraga lari (termasuk Masyarakat disabilitas dengan kursi roda) berkumpul di depan Istana Merdeka, Jakarta, sejak Sabtu pagi (28/8), untuk mengikuti Merdeka Run 2026. Ajang lari yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menghadirkan semangat kebersamaan.
Mengusung semangat “Bangun, Bergerak, Merdeka”, Merdeka Run 2026 diikuti 12 ribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari atlet profesional, komunitas lari, hingga masyarakat yang ingin merayakan kemerdekaan melalui olahraga. Para peserta mengikuti satu kategori lomba 8K dengan titik start di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara.
Sejak sebelum matahari terbit, para pelari telah memenuhi kawasan sekitar Istana Merdeka. Nuansa merah mewarnai barisan peserta yang bersiap menaklukkan lintasan, menghadirkan pemandangan semarak sekaligus energi perayaan kemerdekaan yang berbeda. Para peserta juga disuguhi pertunjukan drone yang menghiasi langit depan Istana.
Merdeka Run tahun ini dirancang bukan hanya sebagai ajang lari partisipatif, tapi kompetisi dengan standar teknis memberikan ruang bagi para pelari untuk menunjukkan performa terbaik. Lintasan disiapkan secara steril dan terukur, tetap mengedepankan aspek keamanan serta kenyamanan peserta.
Ajang tersebut juga secara aktif melibatkan atlet-atlet terbaik Indonesia untuk ikut berkompetisi. Dari depan Istana Merdeka, para peserta berlari menyusuri jalan-jalan utama di pusat Jakarta sebelum menyelesaikan perlombaan di kawasan Monumen Nasional (Monas). Fly pass dari pesawat tempur TNI AU menandai awal mula Merdeka Run tahun ini.
Tepat pukul 06.00 WIB, flag off dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dengan batas waktu lomba 120 menit, kategori 8K dirancang tetap menantang bagi pelari yang mengejar performa, tetapi sekaligus terbuka bagi masyarakat yang baru mulai mengikuti ajang lari.
Kemeriahan pun tidak berhenti setelah para peserta melintasi garis finis. Kawasan Monas menjadi Race Village atau Kampung Merdeka, menghadirkan berbagai aktivitas bagi peserta dan masyarakat. Sebanyak 81 pelaku UMKM meramaikan dengan menyediakan gratis untuk semua masyarakat, berdampingan dengan panggung hiburan dan sejumlah titik foto disiapkan bagi pengunjung.
Kehadiran UMKM menjadi bagian dari upaya menjadikan Merdeka Run lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Pergerakan ribuan peserta turut membuka ruang bagi aktivitas ekonomi sekaligus mempertemukan komunitas, pelaku usaha, atlet, dan masyarakat dalam satu perayaan kemerdekaan.
Jurnalis: abri/abdul hadi, sumber: setneg








