Jakarta, beritalima.com| – Museum dan Perpustakaan (Muspera) Expo ke-43 selama tiga hari (1-3 September) digelar Kementerian Kehutanan banyak diminati masyarakat dari berbagai latar belakang mengunjunginya.
Dari Muspera Expo 2026, tercatat jumlah pengunjung hampi dua ribu orang, sementara tahun lalu event yang sama sekitar seribuan. Tahun ini Muspera bertempat di Gedung Muspera Ir Djamaludin Suryohadikusumo, komplek Manggala Wanabhakti, Kemenhut, Jakarta.
Banyak rombongan anak sekolah datang dengan bus menikmati berbagai permaian dan menimba ilmu dari Muspera Expo ini. “Kekayaan sejarah kehutanan tersebut belum banyak diketahui oleh khalayak,” ujar Dr. Ishak Yassir, S.Hut, M.Si, Kepala Pusat Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan kepada beritalima.
Kehadiran Muspera Ir. Djamaludin Suryohadikusumo merupakan fasilitas layanan publik yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi. Keberadaannya memberikan dukungan penyediaan data dan informasi tematik kehutanan. Khususnya informasi sejarah pembangunan kehutanan terkandung dalam koleksi muspera menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“Terdorong oleh kondisi tersebut, maka Pusdatin merancang event bertajuk Muspera Expo guna mendekatkan layanan publik kepada masyarakat. Bahwa pengelolaan muspera Ir Djamaludin berbasis inklusi sosial yang memberikan ruang kepada publik untuk mendayagunakan informasi tematik kehutanan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hidup,” jelas Yassir.
Beragam kegiatan yang ada dalam Muspera Expo adalah Lomba menggambar tingkat sekolah dasar, Wokshop pembuatan aroma terapi, lomba litelature battle mengenal 54 taman nasional indonesia, kegiatan pengamatan burung pada arboretrum Ir Lukito Darmaji serta partisipasi mitra museum dan perpustakaan pada pameran bersama. Tak lupa kuis interaktif menyemarakkan kegiatan ini.
Tampak peserta dari museum dan perpustakaan Lembaga lain ikut berpartisipasi, seperti Museum Penerangan, Museum DPR, Perpustakaan Kementerian Agama, Perpustaaan Emil Salim, dan lain-lain.
“Diharapkan Muspera Expo dapat dilaksanakan secara berkelanjutan karena kegiatan ini berdampak positif dalam menjembatani komunikasi antara Pusdatin selaku penyedia jasa layanan informasi tematik kehutanan dengan pengguna informasi baik internal maupun eksternal,” terang Yassir.
Jurnalis: abri/dedy








