Jakarta, beritalima.com| – Hari pertama masalah sekolah setelah libur kenaikan kelas bagi pelajar, khususnya SDN Srengseng Sawah 15 di Jakarta, dikejutkan dengan berita adanya yang mengirim pesan lewat Whatsup adanya bom di sekolah tersebut (13/7).
Langsung saja pihak sekolah menjadi kaget dan segera memulangkan seluruh pelajar dan guru saat suasana yang mestinya ceria pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah. Namun setelah ditelusuri oleh pihak Polri, tidak ada ancaman bom yang disebutkan dan pengirim pesan sudah diketahui serta diamankan (ternyata salah satu wali muruid).
Untuk mengurai suasana yang sempat tegang itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendatangi SDN Srengseng Sawah 15 pada hari kedua MPLS (14/7). Abdul Mu’ti langsung disambut senyum keceriaan para pelajar beserta guru. Bahkan Mendikdasmen ikut senam pagi Bersama seluruh pelajatr.
“Alhamdulillah, suasana hari ini terlihat ceria dan anak-anak sudah kembali bersemangat untuk belajar. Tentu kondisi ini merupakan hasil dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kepolisian, Dinas Pendidikan, Himpunan Psikologi, para bapak dan ibu guru, orang tua, hingga jajaran RT dan RW. Semua bersama-sama memastikan pelaksanaan MPLS Ramah berjalan dengan lancar,” kata Mendikdasmen.
Program MPLS Ramah merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi setiap murid.
“Anak-anak tampak gembira dan tidak menunjukkan rasa takut. Inilah yang ingin terus kita tumbuhkan sesuai dengan semangat dan kebijakan MPLS Ramah. Kami juga ingin anak-anak memiliki kebiasaan yang baik, menjalani pergaulan yang sehat, serta bijak menggunakan gawai agar dapat tumbuh dan belajar secara optimal,” jelas Abdul Mu’ti seperti ditulis dalam laman Kemendikdasmen.
Kedatangan Abdul Mu’ti juga didampingi pihak Polri dan dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dalam memberikan pendampingan psikologis serta penyuluhan kepada orang tua. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan penyuluhan kepada para orang tua agar dapat memberikan semangat kepada anak-anak serta membantu menciptakan situasi yang kondusif di lingkungan keluarga.
Kepala SDN Srengseng Sawah 15 Kamtono menjelaskan, sekolah telah mempersiapkan pelaksanaan MPLS Ramah sejak sebelum tahun ajaran baru dimulai. Berbagai kegiatan dirancang untuk membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara bertahap.
“Peralihan dari TK ke SD merupakan proses yang membutuhkan penyesuaian. Karena itu kami berupaya mempersiapkan mental anak-anak agar siap mengikuti pembelajaran dan merasa nyaman berada di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Kamtono menambahkan bahwa sekolah terus mengedepankan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan kolaborasi bersama orang tua apabila terdapat murid yang memerlukan pendampingan khusus. Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan belajar yang aman tidak dapat dilakukan oleh sekolah sendiri, melainkan memerlukan dukungan seluruh pihak.
Pihak Polri dan HIMPSI turut memberikan penyuluhan kepada pelajar untuk memberikan rasa lebih aman dan nyaman dalam proses Pendidikan di sekolah dengan berbagai program hiburan.
Oleh: Andaka Permana, kontributor beritalima








