Pawai Usai, Panitia Bergerak Tengah Malam Bersihkan Sampah di Jalan Desa Wringinagung

  • Whatsapp
Foto: Pemandangan menarik setelah kemeriahan Pawai Budaya dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Wringinagung, jalan bersih dari sampah. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Ada pemandangan menarik setelah kemeriahan Pawai Budaya dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, berakhir. Saat sebagian besar warga mulai meninggalkan lokasi, panitia justru masih disibukkan dengan pekerjaan berikutnya, yakni membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang jalur pawai.

Sekitar pukul 23.50 WIB, ketika suasana desa mulai kembali sepi, sejumlah anggota panitia langsung turun ke jalan. Mereka membawa peralatan kebersihan dan menyusuri jalur yang sebelumnya dipadati peserta maupun penonton.

Bacaan Lainnya

Sampah bekas makanan dan minuman yang ditinggalkan penonton dikumpulkan. Mulai dari bungkus makanan ringan, gelas plastik, botol minuman hingga berbagai sampah kemasan lainnya, satu per satu dibersihkan agar jalan desa kembali terlihat rapi.

Langkah panitia tersebut menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, kemeriahan sebuah acara tidak hanya dinilai dari suksesnya pertunjukan, tetapi juga dari bagaimana penyelenggara bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan setelah acara selesai.

Ketua panitia, Juhariah, mengatakan bahwa kebersihan memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan pawai budaya.

“Begitu acara selesai, kami langsung bergerak membersihkan jalan. Sekitar pukul 23.50 WIB panitia sudah turun untuk mengambil sampah yang ditinggalkan penonton, terutama sampah makanan dan minuman,” ujar Juhariah.

Menurutnya, panitia tidak ingin meninggalkan pekerjaan setelah acara selesai hanya karena masyarakat sudah pulang. Jalur yang digunakan untuk pawai merupakan fasilitas yang setiap hari digunakan warga, sehingga harus segera dikembalikan dalam kondisi bersih.

“Kami tidak ingin setelah acara selesai kemudian jalan ditinggalkan begitu saja dalam keadaan kotor. Ini jalan desa, setiap hari digunakan masyarakat. Jadi menjadi tanggung jawab kami untuk membersihkannya,” jelasnya.

Juhariah juga mengapresiasi seluruh anggota panitia yang tetap bersemangat meski kegiatan telah berlangsung sejak sore hingga malam hari.

“Capek pasti, karena dari persiapan sampai acara selesai membutuhkan tenaga dan pikiran. Tetapi kami ingin menutup kegiatan ini dengan baik. Tidak hanya acaranya yang tertib dan meriah, tetapi setelah selesai juga harus bersih,” katanya.

Ia berharap ke depan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya semakin meningkat, terutama ketika mengikuti kegiatan yang menghadirkan banyak orang.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, kalau datang melihat pawai atau kegiatan apa pun, mari sampahnya dibawa atau dibuang pada tempat yang sudah disediakan. Kalau semua sadar, pekerjaan panitia tentu lebih ringan,” pungkasnya.

Aksi bersih-bersih tengah malam tersebut menjadi penutup dari rangkaian Pawai Budaya Wringinagung. Setelah suara musik dan kemeriahan sound horeg berhenti, panitia memastikan satu hal tetap terjaga: jalan desa kembali bersih dan nyaman digunakan masyarakat.

Semangat gotong royong pun tidak berhenti ketika pawai usai. Justru setelah pesta rakyat berakhir, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian terakhir dari suksesnya perayaan kemerdekaan. (Rony//B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait