Pecah Rekor Dunia, Lebih 40 Juta Hadiri Pemakaman Ali Khameni

  • Whatsapp
Pecah Rekor Dunia, Lebih 40 Juta Hadiri Pemakaman Ali Khameni (majidaganispour/reuters/wana)

Jakarta, beritalima.com| – Pemerintah Republik Islam Iran (RII) umumkan jumlah masyarakat yang hadir (dalam dan luar negeri) saat proses pemakaman pemimpin spiritual Imam Ayatollah Ali Khameini hingga 40an juta orang , sekaligus pecahkan rekor dunia dalam upacara pemakaman seorang pemimpin/tokoh internasional.

Dari catatan data rekor dunia (Guinness World Records), pemakaman dengan jumlah kehadiran massa terbanyak di dunia diraih saat pemakaman C.N. Annadurai (Mantan Kepala Menteri Tamil Nadu, India) pada 1969, dihadiri sekitar 15 juta orang.

Sebelumnya, pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini yang wafat pada 1989, menyedot massa hingga sekitarv 10 jutaan. Lalu, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser (1970) dihadiri 7 Jutaan, Victor Hugo, sastrawan Prancis (1885) mencapai 2-3 Juta orang.

Proses pemakaman Ali Khamenei berjalan sepekan (4-10 Juli), dan sempat diterbangkan ke Irak lalu kembali ke Iran. Puluhan perwakilan negara asing turut menghadiri proses pemakaman ini. Indonesia akhirnya mengirim Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketua MPR Ahmad Muzani dan beberapa pemimpin organisasi Islam.

Menariknya, upacara pemakaman dilangsungkan saat RII sedang dalam kondisi ekstra waspada karena Amerika Serikat (AS) selalu mengancam dan menyerang secara militer dengan tiba-tiba di tengah proses perundingan sedang berlangsung. Tak heran, petinggi RII sempat ikut mengancam AS apabila menyerang atau menganggu proses pemakaman Ali Khamenei akan melakukan balasan lebih keras.

Namun, Presiden AS Donald Trumph seperti tak lagi memilki etika internasional. Dalam rangkaian sepekan pemakaman Ali Khamenei, tercatat AS melancarkan dua kali rangkaian serangan udara besar (operasi militer terpisah) ke wilayah Iran Selatan. Serangan Pertama pada 7 Juli 2026, menghantam 85 target militer dan sipil Iran, dengan dalih sebagai balasan atas tindakan Iran menembak tiga kapal kargo komersial internasional di Selat Hormuz.

Sehari setelah serangan itu (8/7), Iran membalas menghujani pangkalan militer Armada Kelima AS di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait dengan rudal dan drone. Lalu di 9 Juli, AS serang lagi fasilitas Jalur Kereta dan Jembatan. Kedua fasilitas ini sangat dibutuhkan saat proses pemakaman Ali Khamenei.

Iran pun langsung menjawab serangan tersebut dengan menyerang Pangkalan Udara Al-Azraq (Yordania) dimana banyak peralatan dan pasukan AS berada. Iran klain hancurkan Drone canggih MQ-9 Reaper AS. Aksi balasan lainnya, yaitu menutup jalur laut Selat Hormuz bagi kapal komersial bagi negara yang tidak bersahabat dengan Iran.

Pemimpin Tertinggi RII yang baru Mojtaba Khamenei menegaskan lewat pidatonya bahwa serangan pangkalan ini barulah awal, dan Iran berkomitmen penuh untuk mengejar misi balas dendam jangka panjang terhadap Presiden AS Donald Trump.

Sikap tegas Mojtaba ini sangat didukung seluruh masyarakatnya. Para pelayat proses pemakaman Ali Khamenei, tampak memasang berbagai spanduk yang menyerukan untuk membalas dendam ke AS yang mengakibatkan sahid/gugurnya Ali Khamenei pada 28 Februari 2026.

Di Mashhad, tempat pemakaman Ali Khamenei, ribuan pelayat pasang spanduk raksasa berbahasa Inggris bersimbol “tangan mengepal” dengan tulisan “WE WILL KILL TRUMP” (Kami akan membunuh Trump) atau “Hey Trump We will kill You”.

Jurnalis: abriyanto

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait