Pelajar Penerima Manfaat Pemerintah Diundang ke Parlemen Saksikan Langsung Pidato Kenegaraan

  • Whatsapp
Pelajar Penerima Manfaat Pemerintah Diundang ke Parlemen Saksikan Langsung Pidato Kenegaraan (foto: setpres)

Jakarta, beritalima.com| – Sejumlah pelajar dari berbagai daerah Indonesia sebagai penerima manfaat program pemerintah diundang ke Komplek Parlemen Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta (14/8), menyaksikan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.

Bagi Kristina Beno, siswi kelas VI SD asal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, kesempatan tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan. Sebagai salah satu penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kristina mengaku senang dapat hadir menyaksikan langsung Presiden Prabowo. “(Perasaannya) senang, bangga, terharu,” ucap Kristina.

Kristina merasakan langsung manfaat MBG mendukung aktivitas belajarnya. Sebagai anak dari keluarga petani, MBG membantu penuhi kebutuhan asupan bergizi sehari-hari. “Terima kasih Bapak Presiden, berkat program Bapak tentang MBG, jadi nggak lapar lagi. Mau sampaikan, MBG-nya jangan dihentikan” ujar Kristina.

Pengalaman serupa dirasakan Citra dari Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Penerima manfaat Sekolah Rakyat (SR) tersebut mengaku bahagia dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Citra sebelumnya menghadapi risiko putus sekolah ketika duduk di kelas IV SD karena harus membantu ibunya berdagang di pinggiran kota.

Kesempatan menempuh pendidikan di SR membuat Citra dapat kembali belajar dengan nyaman sekaligus mengembangkan prestasinya. Ketangguhannya membuahkan capaian akademik yang baik dan prestasi sebagai juara dua karate tingkat kabupaten. “Terima kasih Bapak Presiden karena saya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat dengan nyaman. Dan makan MBG tiga kali sehari,” kata Citra.

Dari Bogor, Jawa Barat, Susanah hadir sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Bagi ibu dengan tiga anak ini, kesempatan bertemu Presiden secara langsung terasa seperti mimpi. “Alhamdulillah, perasaannya masih kayak mimpi ya, gitu. Deg-degan, ketemu sama Pak Presiden langsung, ngeliat depan mata biasa cuma hanya ngeliat di TV,” tuturnya.

Di tengah pendapatan keluarga yang tidak menentu, Susanah juga mencari penghasilan tambahan dengan menjahit kain majun dan menjadi petugas MBG. Bantuan PKH membantu keluarganya memenuhi kebutuhan dasar, termasuk keperluan pendidikan anak.

“Untuk Bapak Presiden, terima kasih sudah ngadain program PKH, bansos, membantu anak sekolah, kayak saya punya anak sekolah sampai tiga, untuk biaya seragam, sepatu, jadi saya bisa beli gitu kalau rusak, sisanya saya buat beli sembako,” cerita Susanah.

Sementara Margarelitha Rohi dari Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, membawa kisah perjuangan yang berbeda. Kesempatan hadir ikuti jalannya Sidang menjadi pengalaman tak pernah dibayangkan Margarelitha. “Rasanya senang sekali dari sekian banyak orang nggak menyangka aku bisa dipilih ke sini oleh Bapak Presiden dan akan mengikuti upacara jadi nggak di TV-TV saja, bisa langsung lihat dengan mata kepala sendiri,” paparnya.

Ia pun menyampaikan harapan agar perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas terus diperkuat. “Harapannya ke depan buat Bapak Presiden jangan bosan-bosan buat membagi berkat dari Bapak Presiden buat difabel,” tuturnya.

Kisah Kristina, Citra, Susanah, dan Margarelitha memperlihatkan bagaimana berbagai program pemerintah hadir dalam kehidupan masyarakat melalui bentuk manfaat yang berbeda, mulai dari pemenuhan gizi, akses pendidikan, perlindungan sosial, hingga dukungan bagi penyandang disabilitas. Kehadiran mereka pada kesempatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri sekaligus cerminan harapan agar manfaat berbagai program tersebut terus dirasakan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

Jurnalis: abri/dedy, sumber: setneg

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait