Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Gresik Masuk Tahap Pengadaan Tanah

  • Whatsapp

GRESIK, beritalima.com – Pemerintah Kabupaten Gresik terus mematangkan proyek strategis pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri guna memperkuat konektivitas wilayah Gresik bagian selatan dengan Kota Surabaya.

Proyek yang kini memasuki tahapan pengadaan tanah itu diharapkan menjadi solusi kemacetan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Menganti.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka Sosialisasi dan Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum di Kantor Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kamis (16/7/2026).

Bupati mengatakan, perkembangan Kecamatan Menganti yang berbatasan langsung dengan Surabaya menjadikan kawasan tersebut sebagai wilayah strategis yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai.

“Menganti lima tahun lalu dengan sekarang sudah sangat berbeda. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Surabaya bagian barat, sementara perkembangan Kota Surabaya juga terus bergerak ke arah barat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik ingin mengintegrasikan konektivitas wilayah selatan agar Menganti benar-benar menjadi kota satelit Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Menurutnya, pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri menjadi langkah strategis untuk mengurai kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Jalan yang saat ini terdiri dari dua lajur akan diperlebar menjadi empat lajur guna meningkatkan kapasitas lalu lintas dan memperlancar konektivitas antarwilayah.

“Dulu saya sempat ragu memulai. Tetapi saya berpikir, kalau tidak dimulai kapan lagi? Saat hujan banjir lalu macet, pagi dan sore juga macet. Akhirnya kami mulai bertahap dari Setro. Alhamdulillah, respons masyarakat luar biasa. Dukungan itulah yang membuat kami yakin untuk melanjutkan pembangunan ini,” katanya.

Ia memastikan seluruh proses pengadaan tanah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan pendampingan Kejaksaan Negeri Gresik dan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik untuk menjamin hak-hak masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan baik, transparan, dan masyarakat tidak dirugikan. Yang terpenting adalah kepentingan bersama. Infrastruktur yang dibangun ini nantinya kembali untuk masyarakat Gresik sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik Dhiannita Tri Astuti menjelaskan, konsultasi publik merupakan tahapan wajib dalam pengadaan tanah untuk membangun kesepahaman antara pemerintah dan masyarakat.

“Kalau jaringan jalan terbuka, investasi pasti akan masuk. Ketika investasi tumbuh, kesempatan kerja dan peluang usaha masyarakat juga ikut meningkat. Karena itu, pengadaan tanah ini menjadi bagian penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan,” jelas Dhiannita.

Ia menambahkan, pembayaran ganti kerugian nantinya dilakukan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing pemilik tanah guna menjamin transparansi dan akuntabilitas proses pengadaan tanah.

Khusus di Desa Menganti, ruas jalan yang akan ditangani memiliki panjang sekitar 580 meter, termasuk kawasan Simpang Empat Menganti, dengan 119 bidang tanah yang berpotensi terdampak. Proses pengadaan tanah dilakukan melalui mekanisme Penetapan Lokasi (Penlok) sesuai ketentuan yang berlaku.

Penataan Simpang Empat Menganti meliputi pembangunan koridor jalan sepanjang 525 meter yang terbagi dalam lima ruas, yakni Menganti-Bringkang selebar 11 meter, Menganti-Lakarsantri selebar 11 meter, Menganti-Kepatihan selebar 8,5 meter, Menganti-Banjaran selebar 7 meter, serta Jalan Pasar Menganti selebar 5 meter.

Selain pelebaran jalan menjadi empat lajur, kawasan tersebut juga akan dilengkapi trotoar di kedua sisi jalan, sistem drainase yang lebih baik, median jalan, hingga utilitas bawah tanah untuk menata jaringan kabel udara.

Penataan ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus menghadirkan wajah baru Kecamatan Menganti sebagai kawasan perkotaan yang modern dan nyaman.

Dalam kegiatan itu, pemerintah juga menggelar public hearing sebagai ruang dialog dengan masyarakat. Salah satu warga Desa Menganti, Miftahul Huda, menyampaikan dukungannya terhadap proyek tersebut.

“Mudah-mudahan apa yang direncanakan ini berjalan lancar. Saya mendukung dengan apa yang sudah direncanakan ini,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah turut melengkapi pembangunan dengan fasilitas keselamatan pejalan kaki, seperti pelican crossing, agar masyarakat dapat menyeberang jalan dengan lebih aman. (Ron)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait