Pemkab Gresik Percepat Pembangunan Jalan Poros Desa, Fokus Prioritas Hingga 2027

  • Whatsapp

GRESIK, beritalima.com— Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Jalan Poros Desa (JPD) sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur jalan yang lebih baik.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri Dialog Publik bertema Sinergi DPRD Gresik dan KWGe dalam Mengawal Jalan Poros Desa yang berlangsung di Gedung GNI, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan itu juga dihadiri Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti, para camat, kepala desa, serta insan pers yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Grissee.

Dalam sambutannya, Bupati Yani mengapresiasi peran KWGe dan DPRD Kabupaten Gresik yang selama ini aktif mengawal jalannya pembangunan daerah.

“Kami mengapresiasi teman-teman KWGe yang selama ini menjadi mitra pemerintah, ikut mengawal, mengawasi, sekaligus memberikan masukan dan kontribusi bagi pembangunan di Kabupaten Gresik,” ujar Bupati Yani.

Menurutnya, pembangunan jalan poros desa kini menjadi perhatian utama pemerintah daerah setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan yang memperkuat peran pemerintah kabupaten dalam penyelenggaraan dan pembinaan jalan desa.

“Kalau dulu pemerintah desa masih dimungkinkan melakukan perawatan melalui dana desa maupun bantuan keuangan desa, sekarang pemerintah kabupaten memiliki peran yang lebih besar dalam penanganan jalan poros desa,” jelasnya.

Bupati Yani mengakui tantangan pembangunan JPD cukup besar karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Meski demikian, Pemkab Gresik bersama DPRD telah menyepakati pembangunan jalan poros desa sebagai fokus pembangunan pada 2026 hingga 2027.

“Alhamdulillah, kami dan DPRD memiliki pandangan yang sama. Fokus pembangunan diarahkan pada jalan poros desa. Setelah dipetakan bersama Dinas PU, hampir seluruh kecamatan memang membutuhkan penanganan prioritas,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan jalan serta urgensi kebutuhan masyarakat, terutama pada ruas yang memiliki mobilitas tinggi.

“Kami tidak bisa menghitung satu ruas jalan secara keseluruhan tanpa melihat kondisi detail di lapangan. Mana yang rusak berat dan mana yang rusak sedang harus dipetakan agar kemampuan fiskal daerah benar-benar efektif,” ujarnya.

Bupati Yani juga mencontohkan pembangunan Jalan Menganti yang kini mulai menunjukkan hasil setelah dikerjakan secara bertahap.

“Kadang kita takut dengan bayang-bayang sendiri. Kalau dulu Jalan Menganti tidak mulai dibangun, mungkin sampai hari ini hasilnya belum terlihat. Namun, ketika dicicil dan dimulai sedikit demi sedikit, ternyata manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap program pembangunan jalan poros desa dapat terus berjalan hingga tuntas sebelum berakhirnya masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir menegaskan bahwa legislatif dan eksekutif telah menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan menempatkan jalan poros desa sebagai salah satu prioritas utama.

“Kami berharap media dapat terus menghadirkan informasi yang faktual dan objektif sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh terkait pembangunan daerah,” ujar Syahrul.

Ia menyebut kebutuhan anggaran untuk penanganan seluruh jalan poros desa di Kabupaten Gresik mencapai sekitar Rp2,8 triliun sehingga diperlukan penentuan skala prioritas yang tepat.

“Total kebutuhan penanganan jalan poros desa diperkirakan mencapai Rp2,8 triliun. Karena itu, yang paling penting adalah menentukan prioritas pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, Syahrul juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga dan memperbaiki infrastruktur desa.

“Dulu masyarakat desa terbiasa bergotong royong memperbaiki jalan. Sekarang, ketika ada jalan rusak, langsung direkam dan diviralkan. Semangat gotong royong ini harus mulai kita hidupkan kembali,” katanya.(Ron)

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait