Pengembangan Wisata Pengalaman Miliki Daya Tarik Tersendiri 

  • Whatsapp
Wisata Wastra seperti Batik miliki banyak potensi: Pengembangan wisata pengalaman miliki daya tarik tersendiri (foto: abri)

Jakarta, beritalima.com|- Pengembangan wisata berbasis pengalaman, bila dikemas dengan baik, memiliki daya tarik tersendiri yang membuat wisatawan akan lebih betah tinggal di sebuah daerah Indonesia.

Tren ini yang dibahas dalam diskusi digelar Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) dengan topik Indonesia Tourism and MICE Outlook (ITMO) 2027 bertajuk Membangun Nilai Baru Pariwisata Indonesia Melalui Experience Tourism beberapa waktu lalu di Artotel Mangkuluhur, Jakarta.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini sebagai pembicara merujuk kajian tren dirilis UN Tourism, menyatakan wisatawan saat ini didominasi milenial dan Gen Z. Mereka mencari arti atau pengalaman unik saat berwisata. Ia mencontohkan saat naik gunung, Gen Z tak hanya fokus naik gunung mencapai puncak, tapi juga mengikuti atraksi atau melihat hal menarik lainnya sepanjang perjalanan tersebut.

“Gen Z terutama, mereka mencari meaning, ketika berwisata itu harus ada artinya. Itu bertransformasi terhadap pengalaman yang ingin dicapai,” kata Made.

Sejak tahun lalu, Kemenpar meluncurkan kampanye Go Beyond Ordinary, mengajak semua pihak melihat lebih dalam dari sebuah perjalanan wisata. Indonesia memiliki potensi sangat kaya untuk diolah sebagai paket wisata pengalaman, tetapi tantangan terbesarnya adalah bagaimana menerjemahkan potensi itu menjadi aksi.

Experiental tourism atau wisata pengalaman merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas. Penerapannya harus memadukan tiga komponen, yakni menghargai budaya, alam, dan koneksi antar-manusia.

Sejak tahun lalu, Kemenpar fokus mengelola wisata pengalaman lewat tiga lini, yakni gastronomi, wellness, dan kelautan atau marine. Untuk tahun ini, pihaknya menambah dua lini baru untuk dikembangkan sebagai bagian dari fokus wisata pengalaman di Indonesia.

Lalu wisata wastra. Made menuturkan, kekayaan wastra Indonesia tak bisa dibantah lagi. Salah satunya tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO dengan Pekalongan sebagai Kota Batik masuk UNESCO Creative Cities Network kategori Kerajinan dan Kesenian Rakyat sejak 1 Desember 2014.

“Walking tour itu bagus sekali dan itu menjadi tren sekarang. Misalnya kita bisa padukan art and culture, wastra tourism, marine tourism, dengan walking tour ini, Indonesia akan sangat menarik dan experience-nya dapat. Semakin kreatif, semakin menarik, semakin berbeda, itu yang dicari oleh wisatawan sekarang,” kisah Made.

Sementara CEO Werkudara Group Fadli Fahmi Ali menekankan banyaknya aset dimiliki Indonesia, baik alam maupun budaya, harus melalui berbagai tahapan sebelum bisa menjadi sesuatu yang bernilai, dalam hal ini sebagai paket wisata pengalaman yang menjual.

Rizki Ayu Ramadhana, Penanggung Jawab Pengembangan Bisnis, Pemasaran, dan Pemanfaatan Akses Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau Indonesia Heritage Agency (IHA) mengakui banyak potebsu wisata yang bisa dioptimalkan, termasuk soal museim.

MCB saat ini diserahi wewenang mengelola 17 museum dan 20 cagar budaya di berbagai tempat di Indonesia. “Kami punya aset cukup banyak. Kami butuh partner kolaborasi untuk mengaktivasinya,” terang Rizki.

Kolaborasi sejauh ini sudah dilakukan dengan banyak pihak, tetapi masih didominasi oleh pembuatan suvenir atau merchandise untuk dijual di IHA Store. Sementara, program pengayaan pengalaman sedang digarap di antaranya dengan menggelar Yoga di Museum, Menginap di Museum, hingga Makan Malam di Candi Plaosan.

“Kita sebenarnya negara yang adidaya di bidang kebudayaan, tinggal butuh teman-teman untuk berkolaborasi untuk menghidupkan, karena aset kami cukup banyak, cuma kita memang punya keterbatasan untuk mengembangkannya,” ungkap Rizki.

ITMO 2027 terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak, yakni Kementerian Pariwisata, Artotel Group, Artotel Mangkuluhur Suites Jakarta, Injourney, Injourney Hospitality, Kokola, Indofood, Yogadihotel, TWC Borobudur, Prambanan Dan Ratu Boko (InJourney Destination Management), dan Tanjung Lesung.

“Event ini terasa sedikit spesial, selain menggabungkan untuk merayakan hari pariwisata dunia, ini juga menjadi momen kami untuk merayakan sembilan tahun penyelenggaraan Indonesia Tourism Outlook,” papar Tiara Maharani Kusuma, Ketua Forwaparekraf.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait