Jakarta, beritalima.com| – Sebuah peristiwa bersejarah terjadi pada 10 Juli 1949, saat Panglima Besar Jenderal Sudirman kembali ke Yogyakarta bertemu dengan Presiden Soekarno yang memeluknya, setelah menempuh perang gerilya selama kurang lebih tujuh bulan melawan penjajah Belanda. Sudirman memilih bergerilya saat Belanda melancarkan agresi militer pada akhir 1948, dan sejumlah pemimpin negara ikut ditahan Belanda.
Perjuangan Panjang Sudirman dan pengikutnya masuk ke hutan dan desa untuk melakukan perlawanan dan menunjukkan Pemerintah Indonesia yang baru beberapa tahun menghirup kemerdekaan tetap masih ada, tidak dibawah pengaruh kekuatan asing atau Belanda.
Sekelumit perjuangan Sudirman terekam sangat apik di Museum Satriamandala, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. “Kami memiliki ruang khusus untuk Jenderal Sudirman, termasuk kursi tandu yang dipakainya bergerilya keluar masuk hutan,” kata Letkol Caj Anggi Salamun.
Bagi pengunjung museum Satriamandala, di Gedung utamanya, terdapat beberapa peninggalan sejarah yang pernah dipakai oleh Sudirman. “Saat Sudirman Kembali ke Yogyakarta pada 10 Juli 1949 bertemu dengan Presiden Soekarno, kondisi kesehatannya tidak terlalu baik karena hidup di Tengah hutan dengan bekal seadanya. Tekad bulat perjuangan Sudirman untuk mempertahankan negeri ini layak dijadikan teladan,” jelas Salamun.
Museum Satriamandala buka setiap hari dari Pukul 08.00 pagi hingga 15.00 sore. Pengunjung dapat merasakan perjuangan peran TNI dari masa ke masa, lengkap dengan diorama yang menarik, koleksi persenjataan hingga pesawat udara.
Jurnalis: abri/rusman








