TULUNGAGUNG, beritalima.com- Plt Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, mengikuti
acara Rejotangan Fun Trail Run (RFTR) 2026, Taman Grojogan, Dusun Kates, Desa Rejotangan, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan Rejotangan Rute Fun Trail Run 2026 melewati hamparan persawahan hingga jalur perbukitan, menjadikan lintasan menarik bagi peserta selama mengikuti kegiatan tersebut.
Kehadiran Plt Bupati Tulungagung, menjadi bagian dari semangat mendorong masyarakat agar menjadikan olahraga sebagai gaya hidup sekaligus melihat potensi daerah melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ratusan peserta dengan antusias menempuh rute sepanjang 5 kilometer. Lintasan tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga mengajak peserta menikmati karakter alam pedesaan Rejotangan, mulai dari jalan permukiman, persawahan hingga kawasan pegunungan.
Bagi Ahmad Baharudin, kegiatan semacam ini memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar aktivitas olahraga. Fun trail run dinilai dapat menjadi ruang pemersatu masyarakat sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.
“Kegiatan ini bertujuan untuk pemersatu dan ajang silaturrahmi serta masyarakat Tulungagung senang berolahraga, menyiapkan badan sekaligus jiwanya,” ucapnya.
Menurutnya, kegiatan olahraga yang dikemas dengan memanfaatkan kawasan wisata juga dapat memberikan efek berantai bagi masyarakat. Kehadiran peserta dan pengunjung berpotensi meningkatkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), penggiat wisata, petani, hingga masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Ia menilai, potensi alam yang dimiliki Tulungagung perlu terus dikembangkan menjadi bagian dari destinasi wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Selain mengembangkan UMKM, tempat wisata dan pertanian, juga diharapkan pengembangan spot turisme di Kabupaten Tulungagung. Potensi yang ada disini perlu diangkat dan dikembangkan, sehingga bisa meningkatkan perekonomian,” terangnya.
Lanjutnya, Rejotangan Fun Trail Run 2026 tidak sekadar menghadirkan aktivitas berlari, tetapi di balik langkah para peserta menyusuri medan pedesaan dan pegunungan, terdapat pesan tentang pentingnya membangun masyarakat yang sehat, mengenalkan kekayaan alam daerah, sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan seperti Taman Grojogan dan potensi alam di sekitarnya dapat semakin dikenal sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Tulungagung,” pungkasnya. (Dst/editor Dibyo).








