Jakarta, beritalima.com| – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat langkah mitigasi untuk menangani potensi kebakaran serta dampak dari musim kemarau di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, berdasarkan prediksi BMKG, fenomena El Nino bahkan diperkirakan akan berlangsung hingga Januari 2027.
Hal ini disampaikan Pramono saat menjadi pembina apel Jaga Jakarta dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di Jakarta Tahun 2026, di Lapangan Silang Monas Sisi Selatan (2/9). Fenomena El Nino dapat menyebabkan berbagai risiko, mulai dari kekeringan, kebakaran, penurunan kualitas udara, hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat.
Sementara pada saat yang sama, musim kemarau dengan kondisi cuaca yang semakin panas dan kering juga meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, sepanjang periode Juli hingga Agustus 2026, telah terjadi 457 peristiwa kebakaran di Jakarta.
Mayoritas peristiwa kebakaran ini terjadi di Jakarta Barat dan Jakarta Timur yang diduga disebabkan oleh masalah korsleting listrik, pembakaran sampah, dan keteledoran membuang puntung rokok. “Kondisi cuaca yang terus berubah menyebabkan kita harus selalu siaga dan menyiapkan langkah mitigasi cadangan,” katanya.
Gubernur meminta BPBD antisipasi dampak kekeringan dan kekurangan air di Jakarta dengan menyediakan 29 tangki dari sepuluh instansi lembaga. Selain itu, Pramono jmeminta jajarannya menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya untuk mencegah kebakaran, menjaga kualitas udara, memperkuat ketahanan pangan, melindungi kesehatan masyarakat, hingga memastikan informasi dan respons cepat ke tingkat wilayah terbawah.
Pramono apresiasi kesiapsiagaan yang telah dilakukan jajaran Pemprov DKI Jakarta bersama unsur terkait, termasuk dukungan mobil tangki air untuk distribusi air bersih ke kelurahan rawan kekeringan.
Gubernur juga mengingatkan jajarannya agar tidak terlambat dalam mengantisipasi peristiwa. Ia menginstruksikan agar setiap perangkat daerah memahami potensi dampak sesuai bidang tugasnya masing-masing. Selain menyiapkan sumber daya hingga tingkat wilayah, Pramono meminta masing-masing jajarannya agar mengenali karakter dan kondisi wilayahnya.
“Bangun kerja sama lintas sektor yang solid di lapangan agar komunikasi berjalan efektif, seluruh unsur dapat bergerak bersama secara cepat dan efisien,” ujar Pramono. Gubernur menekankan pentingnya memperkuat sinergi seluruh unsur Forkopimda dan relawan dalam menghadapi dampak musim kemarau dengan melakukan pengawasan titik rawan kebakaran, stok pangan, serta edukasi bahaya arus pendek listrik di permukiman padat penduduk.
Dihimbau agar masyarakat bersama-sama menjaga lingkungannya. Salah satunya bijak menggunakan air, menjaga lingkungan dari sumber api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan memastikan ketersediaan APAR.
Apel siaga ini diikuti oleh sekitar 1.027 personel dari Pemprov DKI Jakarta, TNI, Polri, BNPB, BMKG, PAM Jaya, PMI, relawan, serta mitra kebencanaan yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan air bersih karena terdampak kekeringan bisa melaporkan melalui layanan darurat 112. BPBD telah berkoordinasi dengan PAM Jaya terkait pendistribusian air bersih untuk warga.
Jurnalis: andaka/abri








