Jakarta, beritalima.com| – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut ketibaan Perdana Menteri India (PM) Narendra Modi di Tanah Air (6/7), menandai eratnya hubungan strategis kedua negara. Kedatangan PM Modi di Indonesia dalam rangka untuk melakukan kunjungan kenegaraan yang berlangsung selama tiga hari.
Sebagai bentuk penghormatan, pesawat yang membawa PM India dikawal secara khusus oleh 3 pesawat tempur F-16 dan 2 pesawat tempur Sukhoi saat memasuki wilayah udara Indonesia. Pesawat yang membawa PM Modi mendarat sekitar pukul 17.20 WIB di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Penyambutan Presiden Prabowo secara langsung di bawah tangga pesawat menunjukkan penghormatan kenegaraan yang memperlihatkan kedekatan dan rasa hormat Indonesia kepada India. Di bawah tangga pesawat, kedua pemimpin saling berjabat tangan dan berbincang sambil saling melempar senyum hangat.
Turut hadir menyambut kedatangan PM Modi yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk ASEAN Shri Srinivas Gotru, dan Atase Pertahanan India untuk Indonesia Captain Shiv Kumar.
PM India menyempatkan melihat persembahan tarian nusantara yang diiringi alunan musik tradisional sebagai simbol keramahan dan kekayaan budaya Indonesia. Tampak PM Modi menikmati dan memberikan apresiasi atas persembahan tari tersebut.
PM Modi dijadwalkan menjalani rangkaian agenda kenegaraan bersama Presiden Prabowo, termasuk upacara penyambutan resmi di Istana Kepresidenan Jakarta, pertemuan bilateral, serta pembahasan berbagai peluang kerja sama strategis yang menjadi kepentingan bersama.
Kedatangan PM Modi memiliki makna historis dan strategis sebagai kunjungan keduanya ke Indonesia setelah lawatannya pada 2018. Sejak menjalin hubungan diplomatik pada 1951, Indonesia dan India terus membangun kemitraan yang erat sebagai dua negara demokrasi besar di Asia, dengan kerja sama yang mencakup perdagangan, investasi, pertahanan, keamanan maritim, energi, teknologi, pendidikan, hingga hubungan antar masyarakat.
Jurnalis: dedy/abri, sumber: setneg








