Proyek Rp500 Juta di Jrangoan Sampang Tanpa Papan Informasi, Pj Kades: Kurang Paham

  • Whatsapp

SAMPANG, Beritalima.com | Proyek pembangunan infrastruktur yang diduga melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) 2026 di Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan.

Pasalnya, pekerjaan yang disebut bernilai Rp500 juta tersebut masih berlangsung, namun papan informasi proyek belum terlihat terpasang di lokasi.

Proyek tersebut mencakup pembangunan jalan rabat beton dan plengsengan. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas konstruksi masih berjalan pada Rabu (16/9/2026).

Ketiadaan papan informasi menjadi perhatian karena masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai jenis kegiatan, sumber anggaran, nilai pekerjaan, serta pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya.

Papan informasi proyek juga menjadi salah satu sarana transparansi agar masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi pembangunan yang berlangsung di wilayahnya.

Seorang pekerja yang ditemui di lokasi membenarkan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti nama program maupun nilai anggaran pekerjaan.

“Ini proyeknya mantan Kepala Desa (Kades) Jrangoan dan Kades Napo Daya, pengerjaan sudah berjalan sekitar 15 hari,” katanya.

Sementara itu, Pj Kades Jrangoan, Fitria Ulfiana, saat dikonfirmasi terkait proyek tersebut mengaku kurang memahami pekerjaan yang sedang berlangsung.

Ia mengarahkan agar informasi mengenai proyek dikonfirmasi kepada pihak pelaksana atau mantan Kades Jrangoan.

“Langsung tanya saja ke mantan Kades ya, karena saya sendiri kurang paham soal proyek itu,” ujarnya singkat.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah desa di Kabupaten Sampang disebut menerima alokasi dana PISEW 2026. Di antaranya Desa Tlagah, Tebanah, Pamolaan, Rabasan, Karang Penang Onjur, Tlambah, Batoporo Timur, Batoporo Barat, Jrangoan, Napo Daya, Lepelle, Robatal, Sokobanah Tengah, Sokobanah Laok, Patarongan, dan Pangongsean.

Masing-masing desa disebut memperoleh bantuan sebesar Rp500 juta untuk pembangunan infrastruktur, seperti jalan rabat beton, paving, dan plengsengan.

Namun, terkait kepastian sumber anggaran, nilai kontrak, pihak pelaksana, serta alasan belum terpasangnya papan informasi di lokasi proyek Jrangoan, masih diperlukan penjelasan dari pihak terkait. (FA)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait