Putri Kepala Dusun Bawa Nampan Sang Saka di Detik-Detik Proklamasi, Afiza Tampil Nyaris Tanpa Salah

  • Whatsapp
Foto: Afiza Naura Naradia, siswi kelas X.9 SMA Negeri 1 Cluring, pembawa nampan sang saka merah putih di upacara kemerdekaan 17 Agustus kecamatan Cluring, Banyuwangi. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Di balik suksesnya upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Cluring, Banyuwangi, Senin (17/8/2026), ada sosok pelajar yang mencuri perhatian. Bukan karena kemeriahan, melainkan karena ketenangan, kedisiplinan dan nyaris tanpa kesalahan saat menjalankan tugas dalam prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih.

Dia adalah Afiza Naura Naradia, siswi kelas X.9 SMA Negeri 1 Cluring, sekolah yang berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Dalam upacara tersebut, Afiza mendapat kepercayaan sebagai pembawa nampan Sang Saka Merah Putih.

Bacaan Lainnya

Yang membuat kisahnya semakin menarik, Afiza merupakan putri dari Muhammad Hudhori, Kepala Dusun Sempu, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring.

Bagi sang ayah, tugas yang dipercayakan kepada putrinya bukan sekedar kebanggaan keluarga. Ada proses panjang yang selama ini ia lihat sendiri dalam keseharian Afiza. Muhammad Hudhori bercerita, putrinya dikenal sebagai anak yang tekun, penurut dan memiliki kepribadian baik.

Di rumah, Afiza juga dikenal sebagai sosok yang tidak banyak tingkah. Ia terbiasa menghormati orang tua dan menjalankan tanggung jawabnya dengan sungguh-sungguh. Sikap tersebut, menurut sang ayah, tidak hanya terlihat di rumah, tetapi juga terbawa ketika berada di lingkungan sekolah maupun saat mengikuti kegiatan.

“Anaknya memang tekun, nurut dan alhamdulillah berprestasi. Kalau sudah diberi tanggung jawab, dia berusaha menjalankannya dengan baik,” tutur Muhammad Hudhori.

Foto: Afiza Naura Naradia, siswi kelas X.9 SMA Negeri 1 Cluring pembawa bendera merah putih di upacara kemerdekaan. (Doc, Rony Subhan)

Karakter itulah yang kemudian terlihat jelas ketika Afiza berada di tengah barisan upacara.

Dengan seragam lengkap dan wajah penuh konsentrasi, Afiza berdiri tegap menjalankan setiap tahapan yang menjadi tugasnya. Gerakannya terlihat terukur dan tenang. Hampir tidak terlihat kesalahan saat ia mengikuti aba-aba dalam prosesi pengibaran bendera.

Satu per satu gerakan dilakukan dengan penuh ketelitian. Tidak tergesa-gesa, tidak pula kehilangan konsentrasi. Seolah latihan yang telah dijalani membentuknya menjadi pribadi yang mampu mengendalikan rasa gugup ketika berhadapan dengan suasana upacara yang disaksikan banyak orang.

Puncaknya terjadi ketika Sang Saka Merah Putih mulai dinaikkan ke tiang bendera.

Afiza tetap berada dalam posisi dan tugasnya. Pandangannya terarah, tubuhnya tegap, sementara prosesi pengibaran berlangsung dengan khidmat. Merah putih perlahan bergerak menuju puncak tiang, hingga akhirnya berkibar gagah di langit Kecamatan Cluring.

Tidak berhenti sampai di sana. Setelah prosesi pengibaran selesai, seluruh anggota pasukan kembali menuju formasi awal. Lagi-lagi, Afiza mampu mengikuti setiap gerakan dengan rapi dan hampir tanpa cela.

Bagi seorang pelajar kelas X, kepercayaan tersebut tentu bukan perkara kecil. Membawa nampan Sang Saka Merah Putih dalam upacara detik-detik Proklamasi membutuhkan kedisiplinan, ketelitian dan mental yang kuat.

Bagi Muhammad Hudhori, melihat putrinya mampu menuntaskan tugas tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sebagai seorang ayah.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Afiza untuk terus mempertahankan sikap disiplin, rendah hati dan bertanggung jawab.

Sebab bagi keluarga, keberhasilan Afiza hari itu bukan hanya tentang mampu menjalankan sebuah tugas dalam upacara. Lebih jauh, itu menjadi bukti bahwa kedisiplinan yang dibangun sejak kecil, kepribadian baik di rumah dan ketekunan dalam belajar dapat mengantarkan seorang anak dipercaya memegang tugas yang begitu berarti.

Foto: Afiza Naura Naradia, bersama ayah Muhammad Hudhori, Kepala Dusun Sempu, Desa Sarimulyo saat selesai tugas menjadi pembawa nampan sang saka merah putih di acara upacara bendera kemerdekaan. (Doc, Rony Subhan)

Di usianya yang masih belia, Afiza telah memiliki satu pengalaman yang mungkin akan terus dikenangnya: berdiri tegap membawa nampan Sang Saka, menyaksikan Merah Putih naik perlahan hingga ke puncak tiang, tepat di momen bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan. (Rony//B5)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait