PW HIMMAH DKI Jakarta: Pidato AHY Normatif, Ferdinand Jangan Bangun Kegaduhan Politik!

  • Whatsapp

JAKARTA, beritaLima.com — Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW HIMMAH) DKI Jakarta menegaskan bahwa polemik terkait pidato Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada HUT ke-25 Partai Demokrat seharusnya tidak dijadikan alat untuk menciptakan kegaduhan politik. Hal ini disampaikan Ketua PW HIMMAH DKI Jakarta, Imam Sahala Pohan, di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Imam Sahala Pohan menilai kritik terhadap pidato AHY adalah hal yang sah dalam kehidupan demokrasi, namun harus disampaikan secara objektif, berbasis argumentasi, dan tidak ditarik ke arah kepentingan politik praktis. “Pidato AHY di acara HUT ke-25 Partai Demokrat jelas hanya menyampaikan hal yang normatif, kekuasaan bukan milik seorang untuk selamanya, kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu, kekuasaan datang dan pergi, jabatan ada waktunya, pemilu memiliki siklusnya, dan tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai. Karena kita adalah Negara Demokrasi,” ujar Sahala.

Lanjut Sahala, AHY menyampaikan hal tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, sebuah fungsi yang memang melekat pada partai politik sebagai sarana penyalur aspirasi rakyat, pendidikan politik, rekrutmen kader, dan pengatur kebijakan. “Maka AHY wajib mengingatkan itu,” tegasnya.

Di sisi lain, sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Kabinet Merah Putih, AHY dinilai telah menorehkan banyak prestasi dan bekerja baik untuk Presiden.

“Jadi, Pak AHY ini adalah sosok pemimpin muda masa kini dan masa depan. Ferdinand Hutahaean jangan menyangkutpautkan hal itu dengan 2029 karena itu masih lama. Jangan membuat penilaian yang tendensius serta membangun kegaduhan politik,” terang Sahala Pohan.

PW HIMMAH DKI Jakarta mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali fokus pada kondisi nyata negara, pemerintah sedang menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), penanganan bencana alam, serta menjalankan program kerakyatan dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Ayok kita kawal dan bantu Presiden Prabowo Subianto, pastikan negara aman dan rakyat sejahtera, sehingga Asta Cita dapat dijalankan secara maksimal,” pungkasnya.(DN)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait