Rawat Peradaban Nusantara, Sivitas Akademika Fisip Unas Kunjungi Situs Gunung Padang 

  • Whatsapp
Rawat Peradaban Nusantara, Sivitas Akademika Fisip Unas Kunjungi Situs Gunung Padang

Cianjur, beritalima.com|- Lebih dari 30 sivitas akademika beserta staf dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional (Fisip Unas) kunjungi kawasan Situs Cagar Budaya Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (3-4/7).

Mereka selaku insan kampus sekaligus wisatawan nusantara tak sekedar menikmati panorama atau menyaksikan warisan megalitikum yang telah mendunia. Namun,

sekaligus membawa sapu, pengki, kantong sampah, dan semangat gotong royong untuk membersihkan kawasan bersejarah tersebut.

Sebanyak 35 peserta yang mengikuti program Open Trip Langit Indonesia Adventure (LIAd) bersama para juru pelihara situs bergotong royong membersihkan kawasan mulai dari Teras I hingga Teras V. Rumput liar, daun-daun kering, hingga sampah yang terbawa pengunjung/wisatawan dibersihkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian salah satu situs megalitikum terpenting di Indonesia.

Bagi Founder Langit Indonesia Adventure, Rusman Rusli, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya berwisata yang bertanggung jawab.

Menurutnya, perjalanan wisata seharusnya tidak berhenti pada sekedar aktivitas menikmati keindahan alam atau mengabadikan momen melalui kamera, tetapi juga meninggalkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

“Kami sangat mengapresiasi semangat seluruh peserta yang ikut bersama para juru pelihara membersihkan kawasan Situs Gunung Padang. Kegiatan sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa setiap pengunjung memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kelestarian warisan budaya bangsa,” ujar Rusman.

Langit Indonesia Adventure, tambah Rusman, selama ini mengembangkan konsep perjalanan memadukan edukasi sejarah, konservasi, dan pelestarian budaya.

“Kami ingin setiap perjalanan menghadirkan pengalaman yang bermakna. Karena itu, selain mengenalkan sejarah dan nilai-nilai budaya, kami juga mengajak peserta terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan serta memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda,” kisahnya.

Komitmen tersebut terlihat dari rangkaian kegiatan yang tidak berhenti pada aksi bersih situs. Di sela-sela kunjungan, peserta juga disuguhi pertunjukan musikalisasi puisi yang dipadukan dengan alunan musik tradisional Sunda menggunakan alat musik karinding.

Suara khas karinding yang dimainkan secara sederhana menghadirkan suasana reflektif di tengah kompleks batu-batu megalitikum yang telah berdiri selama ribuan tahun.

Dekan Fisip Unas Aos Yuli Firdaus menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memahami pentingnya pelestarian warisan budaya sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial. Ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang terus kami dorong agar memiliki dampak nyata,” puji Aos.

Apresiasi juga datang dari Juru Pelihara Situs Gunung Padang sekaligus Polisi Khusus Cagar Budaya, Nanang Sukmana. Ia menyebut keterlibatan akademisi dan komunitas wisata menjadi energi positif dalam menjaga kelestarian kawasan cagar budaya.

“Kami merasa senang karena semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk ikut menjaga kebersihan situs. Pelestarian tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah atau juru pelihara. Dibutuhkan partisipasi semua pihak agar situs ini tetap lestari untuk generasi mendatang,” ungkapnya.

Jurnalis: abri/rsm

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait