Refleksi 23 Tahun Sula: Kritik Masyarakat Diterima, ICMI Berjanji Berbenah Total

  • Whatsapp

Dr. Mohtar Umasugi, S.Ag, M.Pd.I,
Ketua ORDA ICMI Kepulauan Sula
KEPULAUAN SULA, beritaLima.com – Dialog Publik bertajuk “Refleksi 23 Tahun Kabupaten Kepulauan Sula: Antara Harapan dan Kenyataan” yang digelar
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kepulauan Sula menjadi ruang terbuka yang tajam dan jujur. Kegiatan yang disiarkan langsung ini memicu gelombang kritik, masukan, dan harapan keras dari masyarakat, baik yang hadir maupun yang mengikuti dari luar daerah.

Menanggapi hal itu, Ketua ORDA ICMI Kepulauan Sula, Dr. Mohtar Umasugi, mengeluarkan pernyataan tegas: Segala kekurangan diakui, kritik diterima sepenuhnya, dan ICMI berkomitmen berbenah total.

Dr. Mohtar menegaskan, antusiasme masyarakat yang memberikan catatan, mulai dari isi diskusi hingga cara pelaksanaan acara, adalah bukti nyata kepedulian warga terhadap masa depan daerah. Kritik yang disampaikan, kata dia, bukan sekadar menyalahkan, melainkan bentuk partisipasi publik yang wajib dihargai dan dijadikan landasan perbaikan.

“Banyak masukan tajam datang mengalir. Masyarakat minta forum ke depan harus lebih interaktif, narasumber lebih beragam, waktu lebih panjang, sesi tanya jawab lebih luas, dan hasil diskusi harus menghasilkan rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti. Masyarakat tidak mau lagi sekadar mendengar bicara, mereka butuh ruang yang memberi solusi. Kami akui, pelaksanaan kemarin masih banyak kekurangan, baik dari sisi teknis, persiapan, maupun desain forum. Semua itu kami terima dengan kepala tegak dan hati terbuka,” tegas Dr. Mohtar dalam pernyataan resminya, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini bukan mencari kesempurnaan acara, melainkan membuka ruang refleksi yang jujur tentang kondisi objektif daerah setelah 23 tahun pemekaran. Meski belum sempurna, Dr. Mohtar menegaskan satu hal penting: tujuan utama itu telah tercapai. Forum ini berhasil memancing kesadaran kolektif warga untuk berbicara, mengkritik, dan menyuarakan harapan.

Namun, ia tidak menutup mata atas kekurangan yang terjadi. Atas nama organisasi, Dr. Mohtar menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Kepulauan Sula.

“Kami sadar keterbatasan ada di mana-mana. Mulai dari sumber daya, waktu persiapan, hingga pengalaman teknis siaran langsung. Jika ada hal yang kurang berkenan atau tidak memenuhi harapan masyarakat, kami minta maaf. Harapan rakyat sangat besar, dan itu menjadi standar tinggi yang harus kami penuhi,” ujarnya.

Dr. Mohtar memberi jaminan kuat kepada publik: ICMI tidak akan berhenti di sini. Segala catatan kritis malam itu akan menjadi bahan evaluasi mutlak. Ke depan, organisasi intelektual ini berjanji menghadirkan forum yang jauh lebih berkualitas, lebih inklusif, lebih partisipatif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Refleksi bukan hanya bicara masa lalu, tapi keberanian memperbaiki diri. Insya Allah, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga. ICMI akan hadir lebih baik, lebih matang, dan lebih bermanfaat. Kami mengerti, membangun daerah butuh dialog yang terus hidup. Kritik harus tetap dijaga, gagasan harus terus disuarakan, dan harapan tidak boleh padam,” tandas Dr. Mohtar Umasugi dengan tegas.

Ia menegaskan keyakinannya: dari pertemuan antara kritik yang tajam dan harapan yang besar, akan lahir energi perubahan nyata untuk Kepulauan Sula yang lebih maju, adil, dan sejahtera, “tindasnya.

Kegiatan ini berlangsung di JS Cafe Desa Fatce, Kecamatan Sanana, dihadiri unsur pemerintah daerah yang mewakili Wakil Bupati Kepulauan Sula, Hi. Saleh Merasabesi, Kapolres Kepulauan Sula, AKBP. Kodrat Hartanto, Kajari Kepulauan Sula, Juli Antoro Hutapea di wakili
Kepala Seksi Intelijen, Fauzan Iqbal, Asesten II, Abdi Umagapi, mantan Anggota DPRD, Hi.Ismail Khare, Anggota DPRD Komisi I, Hi.Sarfrin Gailea serta
tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, awak media, dan perwakilan masyarakat luas.(DN)

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait