ACEH, Beritalima.com (Ketua Koordinator Pemenangan Mualem/Dek Fad Relawan Sahabat Mualem (SM),Gumarni, S.H.,M.Si. meminta Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem/Dek Fad agar tidak mudah terbuai dengan berbagai laporan maupun pernyataan manis dari para kepala dinas.
Gumarni menilai keberhasilan kepala dinas seharusnya diukur dari program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, bukan sekadar pencitraan melalui pemberitaan media online.
“Visi dan misi pemerintahan yang dipaparkan saat kampanye saat ini belum tersentuh secara maksimal. Seharusnya kepala dinas menjadi ujung tombak dalam menyukseskan visi dan misi Gubernur,” ujar Gumarni, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, pemerintah dapat melibatkan relawan pendukung Mualem/Dek Fad untuk turun langsung ke lapangan dan bersinergi menjalankan berbagai program pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Ia juga meminta agar program-program Pemerintah Aceh tidak ditutup-tutupi dari publik. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui sekaligus mengawasi sejauh mana program pemerintah berjalan dan memberikan manfaat bagi rakyat.
“Tugas kepala dinas adalah melayani rakyat, bukan rakyat yang melayani kepala dinas. Kalau terbalik, itu namanya sudah keliru,” tegas Gumarni.
Gumarni mengatakan masyarakat Aceh saat ini tidak lagi membutuhkan janji atau kata-kata manis, melainkan bukti nyata melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan mereka.
Ia juga menyoroti adanya sejumlah program pemerintah yang menurutnya lebih banyak dirasakan oleh pihak-pihak yang dekat dengan lingkaran kekuasaan. Kondisi tersebut, kata dia, tidak boleh dibiarkan karena dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Jika rakyat dan relawan pendukung Mualem/Dek Fad angkat kaki dan tidak peduli lagi, maka Gubernur dan Wakil Gubernur bisa terus dimanfaatkan oleh oknum berkepentingan untuk menggunakan APBA demi kepentingan pribadi,” katanya.
Selain persoalan program pembangunan, Gumarni turut menyoroti penanganan dampak bencana banjir di sejumlah kabupaten di Aceh. Ia menyebut masih terdapat lahan pertanian masyarakat yang belum tertangani, uang jadup korban banjir yang belum terealisasi, serta normalisasi sungai yang dinilai belum berjalan optimal.
Menurutnya, persoalan lain yang masih dihadapi masyarakat adalah sejumlah jembatan yang terputus serta jalan pedesaan yang belum tertangani secara memadai. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat aktivitas masyarakat, termasuk kelancaran perekonomian di tingkat gampong.
“Rakyat membutuhkan program yang manfaatnya langsung dirasakan. Pemerintah Aceh memiliki solusi dengan mengajak relawan pendukung Mualem/Dek Fad bersinergi menjalankan visi dan misi yang dulu disampaikan saat kampanye,” ujarnya.
Gumarni menegaskan Relawan Sahabat Mualem masih siap mendukung pemerintahan Mualem/Dek Fad dan bersinergi dalam mengawal serta mengawasi pelaksanaan visi dan misi pemerintahan. Ia berharap Pemerintah Aceh tetap berjalan bersama rakyat dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.”(**)








