Ribuan Penonton Tumpah Ruah, “Bulurejo Enek Karnaval” Sukses Digelar Aman dan Kondusif

  • Whatsapp
Foto: Selain memberikan perhatian terhadap keamanan, Widarto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut menyukseskan “Bulurejo Enek Karnaval”. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Kesuksesan gelaran “Bulurejo Enek Karnaval” di Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, patut mendapat apresiasi. Pawai budaya yang dipadukan dengan sound horeg tersebut mampu menyedot perhatian ribuan penonton dan berlangsung lancar, tertib, kondusif serta damai.

Digelar pada Rabu (2/9/2026) mulai sekitar pukul 16.00 WIB, hingga selesai. Puluhan rombongan peserta bergerak menyusuri rute yang telah ditentukan. Keramaian pun terlihat di sepanjang jalan desa. Warga dari berbagai penjuru berdiri di sisi jalan untuk menyaksikan beragam kreativitas yang ditampilkan peserta.

Bacaan Lainnya

Di balik kemeriahan tersebut, terdapat persiapan panjang yang dilakukan sebelum acara berlangsung. Pemerintah Desa Bulurejo bersama panitia, Kepolisian, TNI, lembaga desa, Linmas dan berbagai unsur lainnya membangun koordinasi sejak tahap pra-acara.

Koordinasi tersebut menjadi salah satu kunci agar kegiatan yang menghadirkan ribuan orang itu tidak hanya meriah, tetapi juga tetap berada dalam suasana aman dan terkendali.

Kepala Desa Bulurejo Widarto mengatakan sejak awal pihaknya terus mengingatkan panitia agar benar-benar memperhatikan faktor keamanan.

Menurutnya, suksesnya sebuah acara bukan hanya dilihat dari banyaknya penonton atau kemeriahan pertunjukan, tetapi juga bagaimana seluruh rangkaian kegiatan dapat selesai tanpa keributan maupun kejadian yang merugikan peserta dan masyarakat.

“Kami selalu mengingatkan kepada panitia, jangan sampai acara ini gagal. Artinya jangan sampai muncul kerusuhan atau hal-hal yang merugikan kegiatan, baik bagi peserta maupun warga dan penonton,” ujar Widarto.

Ia menyadari bahwa pawai budaya dengan jumlah massa yang sangat besar memiliki tingkat risiko yang tinggi. Sedikit saja terjadi kesalahan dalam pengelolaan massa, dampaknya bisa menjadi besar.

“Ini acara berskala besar. Penontonnya ribuan. Kalau ada salah sedikit saja, risikonya sangat besar. Karena itu sejak awal kami tekankan kepada semua pihak agar menjaga ketertiban dan mengikuti kesepakatan yang sudah dibuat,” tegasnya.

Foto: Widarto menilai keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kekompakan berbagai unsur yang terlibat. (Doc, Rony Subhan)

Kompak Sejak Pra-Acara

Widarto menilai keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kekompakan berbagai unsur yang terlibat.

Pemdes, panitia, Kepolisian, TNI, Linmas serta lembaga desa bergerak bersama sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Semangat guyub, rukun dan gotong royong terlihat sejak persiapan hingga pawai selesai.

“Semua kami ajak berkoordinasi. Kepolisian, TNI, Linmas, panitia, lembaga desa dan seluruh unsur masyarakat. Alhamdulillah semuanya kompak. Ini yang membuat kegiatan bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Menurutnya, kebersamaan tersebut harus terus dipertahankan karena kegiatan masyarakat yang melibatkan massa dalam jumlah besar tidak mungkin hanya mengandalkan satu pihak.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Panitia punya tanggung jawab, peserta punya tanggung jawab, begitu juga masyarakat dan petugas. Kalau semuanya saling memahami, insyaallah acara bisa berjalan aman,” imbuh Widarto.

Foto: Sebanyak 20 kelompok dari berbagai dusun tampil membawa kreativitas masing-masing. (Doc, Rony Subhan)

20 Kelompok Mendapat Apresiasi

Selain memberikan perhatian terhadap keamanan, Widarto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut menyukseskan “Bulurejo Enek Karnaval”.

Sebanyak 20 kelompok dari berbagai dusun tampil membawa kreativitas masing-masing. Tidak hanya dinilai dari kemeriahan, sejumlah unsur penampilan juga menjadi perhatian, termasuk kreativitas drama pendek dan kerapian kostum.

Menurut Widarto, peserta telah memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. Mereka sudah mempersiapkan penampilan dengan maksimal. Ada yang menampilkan drama pendek, ada yang mengangkat budaya dan legenda, termasuk dari sisi kostum juga terlihat rapi,” ujarnya.

Ia berharap kreativitas masyarakat tersebut dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya menjaga budaya sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.

Foto: Kapolsek Purwoharjo sebelumnya telah memberikan penekanan kepada seluruh personel, panitia dan peserta saat apel menjelang dimulainya pawai. (Doc, Rony Subhan)

Kapolsek: Risiko Tinggi, Kesepakatan Harus Dipatuhi

Sementara itu, Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono, sebelumnya telah memberikan penekanan kepada seluruh personel, panitia dan peserta saat apel menjelang dimulainya pawai.

Agus menyebut pawai budaya sound horeg merupakan kegiatan dengan risiko tinggi, mengingat jumlah massa yang terlibat dan berkumpul mencapai ribuan orang.

Karena itu, seluruh pihak diminta tidak menganggap remeh setiap aturan yang telah disepakati dalam rapat koordinasi atau Rakor sebelumnya.

“Pawai budaya sound horeg ini risikonya tinggi. Karena itu apa yang sudah disepakati dalam rapat sebelumnya harus benar-benar dilaksanakan dan dijaga bersama,” tegas Agus saat apel.

Salah satu kesepakatan yang menjadi perhatian adalah ketika rombongan melewati kawasan tempat ibadah dan sekolah. Saat berada di lokasi tersebut, volume sound diminta untuk dikecilkan sebagai bentuk penghormatan terhadap aktivitas masyarakat.

Bahkan ketika terdengar suara azan, seluruh sound harus dihentikan sementara.

Menurut Agus, aturan tersebut bukan untuk mengurangi kemeriahan acara, tetapi sebagai bentuk toleransi dan penghormatan terhadap lingkungan sekitar.

“Kalau melewati tempat ibadah dan sekolah, volume sound dikecilkan. Kemudian ketika ada suara azan, seluruh sound berhenti. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama dan harus dipatuhi,” jelasnya.

Agus kembali mengingatkan seluruh pihak agar tidak membuat keputusan sendiri di lapangan yang bertentangan dengan hasil Rakor.

Sebab, dengan jumlah massa yang mencapai ribuan orang, kesalahan kecil sekalipun berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih besar.

“Semua pihak harus mengikuti apa yang sudah disepakati saat Rakor. Jangan sampai ada kesalahan yang dampaknya besar. Kita ingin kegiatan ini berjalan meriah, tetapi tetap aman, tertib dan kondusif,” pesannya.

Foto: Kemeriahan tersebut tetap berada dalam koridor ketertiban. (Doc, Rony Subhan)

Kemeriahan Berjalan Beriringan dengan Ketertiban

Sejak pawai dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, suasana meriah langsung terasa. Musik, kostum, drama, atraksi dan berbagai kreasi peserta menjadi tontonan masyarakat.

Namun, kemeriahan tersebut tetap berada dalam koridor ketertiban.

Petugas keamanan bersama panitia melakukan pengawasan di sejumlah titik. Peserta mengikuti rute yang telah ditentukan, sementara masyarakat menikmati pertunjukan dari sisi jalan.

Hingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, suasana tetap kondusif.

Keberhasilan “Bulurejo Enek Karnaval” pun menjadi bukti bahwa kegiatan berskala besar dapat berlangsung meriah tanpa harus mengesampingkan keamanan dan kepentingan masyarakat sekitar.

Bukan hanya karena kerja panitia, tetapi karena ada koordinasi, kesepakatan dan kepatuhan bersama.

Dari lapangan Desa Bulurejo, semangat kemerdekaan akhirnya tidak hanya terlihat melalui kostum dan pertunjukan budaya. Ia juga tercermin dari guyubnya masyarakat, kompaknya petugas dan kesadaran seluruh pihak untuk menjaga ketertiban.

Sebuah pesta rakyat yang besar, tetapi mampu ditutup dengan satu catatan penting: meriah boleh, namun keamanan dan ketertiban tetap nomor satu. (Rony//B5)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait